Kapolda Inisiasi Toleransi Lampung

Ahmad Novriwan
09/6/2016 01:30
Kapolda Inisiasi Toleransi Lampung
(NUR JANNAH/LAMPUNG POST)

RATUSAN warga yang terdiri atas tokoh dan umat lintas agama kembali berkumpul di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Lampung. Mereka hadir dalam rangka hari kedua Lampung Mengaji 99 dan Toleransi Umat Beragama.

Para tokoh dan umat lintas agama dengan sukarela menyediakan dan membagi-bagi makanan takjil bagi umat Islam yang sedang tadarus. Peserta pengajian pun datang dari berbagai pondok pesantren, sekolah, serta warga umum dari berbagai kelurahan di Bandar Lampung.

Lampung Mengaji yang digagas Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin berlangsung selama 29 hari selama Ramadan. "Kita semua bersama-sama dengan dibantu Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung, serta Persatuan Gereja Bandar Lampung mengajak semua agama agar kita harus saling menghormati," kata Brigjen Ike Edwin, Rabu (8/6).

Sejumlah tokoh agama hadir dan mengapresiasi kegiatan itu, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Khairuddin Tahmid, Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) wilayah Lampung Samuel, Uskup Katolik Lampung Yohanes Harun Yuwono, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kota Bandar Lampung Paulus Petrus, serta perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nyoman Lastika.

Ike Edwin berharap masyarakat saling mengedepankan toleransi antarumat beragama.

"Tidak hanya agama, berlainan suku, jangan dijadikan sebagai penyebab pertikaian. Hidup berdampingan itu sangat indah," kata dia.

Menurut dia, perbedaan yang ada di Lampung merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara sehingga seharusnya menjadi salah satu faktor kemajuan provinsi ini. "Kegiatan ini menjadi bukti warga Lampung telah menjalankan Pancasila dalam kehidupan," ujar dia.

Kegiatan bersejarah
Kepala Kanwil Kementerian Agama Lampung Suhaili mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Lampung yang berinisiatif menggagas program itu. "Kegiatan ini menjadi sejarah yang dilaksanakan di Lampung," kata Suhaili.

Suhaili berharap kegiatan itu dapat meningkatkan rasa pluralisme dan toleransi antarumat beragama di Lampung. "Ini tidak sekadar buka puasa dan makan takjil, tetapi sejak 20 Ramadan akan menamatkan empat kali Alquran, sementara di hari biasa mengkhatamkan tiga kali," katanya.

Berdasarkan penelitian Setara Institute tentang indeks kota toleran yang diluncurkan pada 16 Nopember 2015, Lampung tidak termasuk jajaran 10 besar kota paling toleran ataupun 10 besar kota paling intoleran.

Khairuddin Tahmid merasa terharu dan bangga melihat kegiatan Lampung Mengaji dihadiri dan didukung umat lintas agama.

"Kegiatan ini harus berkesinambungan agar terjaga kerukunan antarumat beragama di Lampung," tegas dosen IAIN Raden ntan Lampung itu.

Yohanes Harun Yuwono menilai Lampung Mengaji menunjukkan bukti nyata kerukunan antarumat beragama di 'Bumi Ruwa Jurai'.

Terbukti, saat umat Islam menjalankan ibadah, umat lain memberikan dukungan dan pelayanan selama Ramadan.

Paulus Petrus mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu wujud pluralisme, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

"Kami harap kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya," ujar dia. Perwakilan PHDI, Nyoman Lastika, menyambut positif kegiatan tersebut. Dia berharap dengan terciptanya toleransi, Lampung akan tertib, aman, dan damai. "Jika kebersamaan ini terwujud, Lampung akan aman dan damai," katanya. (N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya