Ditinggal Salat Tarawih, Rumah Anggota DPRD Karawang Dibobol Maling

Cikwan Suwandi
08/6/2016 19:27
Ditinggal Salat Tarawih, Rumah Anggota DPRD Karawang Dibobol Maling
(Ilustrasi)

NASIB sial dialami anggota DPRD Karawang, Jawa Barat, Pendi Anwar. Ia harus merelakan sejumlah harta bendanya digondol kawanan maling setelah kediamannya di Perumnas Telukjambe, Blok I No 441 dibobol saat seluruh penghuni rumah melaksanakan salat tarawih pada Selasa (7/6) malam.

Akibat kejadian tersebut, Pendi, yang menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD setempat tersebut harus kehilangan 1 unit mobil dinas Avanza, sepeda motor, perhiasan, serta uang tunai yang ditaksir hingga Rp250 juta.

Kejadian sendiri sekitar pukul 20.00 WIB, ketika keadaan rumah kosong. Sejumlah kawanan maling tersebut membobol kunci gembok pintu gerbang depan. Kemudian pelaku langsung mencongkel pintu rumah. Saat masuk ke dalam, kawanan maling tersebut segera menggasak seluruh harta benda seisi rumah.

Pendi, yang menjadi korban, mengatakan, di dalam rumah itu disimpan kunci mobil, motor, serta peralatan elektronik. Sedangkan di dalam kamar tersimpan perhiasan emas 20 gram dan uang tunai Rp2 juta yang habis tanpa sisa oleh maling.

"Saya langsung melaporkan kasus ini ke polisi, karena sudah yakin saya jadi korban kemalingan,” ucapnya.

Kejadian itu diketahui setelah dirinya pulang tarawih bersama keluarga, melihat pintu gerbang terbuka, dan melihat mobil Avanza serta sepeda motor Mio yang berada di garasi lenyap.

"Saya langsung ke dalam rumah dan melihat semuanya sudah berantakan," kata dia.

Dari hasil olah TKP, Kapolsek Telukjambe Timur Kompol Winarsa menyimpulkan pelaku berjumlah lebih dari satu orang yang masuk dengan cara membobol pintu gerbang dan pintu utama rumah.

"Melihat rumah yang kosong, pelaku leluasa," terangnya.

Selain itu, Winarsa juga menyebutkan bahwa kemungkinan besar pelaku hanya akan mencuri uang, perhiasan, atau HP. Namun, karena melihat kunci yang tergeletak mereka langsung berniat mengambil mobil dan motor.

"Saat ini sudah melakukan identifikasi, kita masih melakukan pengejaran," pungkasnya. (CS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya