Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SABAN pekan, puluhan kapal wisata bersandar menunggu giliran mendapat tamu untuk dibawa berkeliling ke pulau-pulau di sekitar Mandeh. Satu dari puluhan kapal yang bersandar ialah milik Rio Mainaldo, 30. Pemuda asal Mandeh itu ikut merasakan denyut wisata di wilayahnya sejak diadakan Mandeh Joy Sailing 2014. "Melaut rezeki harimau. Kadang semalam dapat Rp100 ribu, kadang Rp30 ribu, kadang hampa, sementara menjadi operator kapal wisata, kalau ada tamu pasti rezekinya," ujar Rio.
Mandeh Joy Sailing 2014 yang berlangsung 12 Oktober 2014 itu seakan menjadi viral bagi kawasan Mandeh. Rio pun ikut merasakan geliat pariwisata. Ia yang semula fasilitator program PNPM kini banting setir menjadi operator kapal pariwisata. Sehari-hari ia berada di Carocok untuk mengoperasikan kapalnya. Sudah tujuh bulan Rio menjadi operator kapal wisata.
Saat ini tarif kapal wisata Mandeh Rp650 ribu per hari. Tamu bebas diantar ke mana saja di sekitar Mandeh. Rata-rata laba bersih yang dibawa pulang Rio antara Rp200 ribu dan Rp380 ribu. Dari uang Rp650 ribu yang dibayar tamu penyewa kapal, sebagian digunakan Rio untuk operasional dan sisanya dibawa pulang. “Rata-rata pengeluaran untuk operasional Rp270 ribu. Sisanya untuk saya dibagi dengan kernet," tambahnya.
Dia membandingkan pekerjaannya saat di PNPM yang berbasis pada program dengan uang yang jelas. “Kalau menjadi operator kapal, kita berjuang melayani tamu. Bagaimana tamu puas dan efeknya balik ke kita atau sebaliknya," ungkapnya. Menjadi operator kapal pariwisata memang harus bersabar karena bergantung pada banyak sedikitnya pelancong, ditambah banyaknya kapal wisata dalam setahun ini. Dari hitungan Rio, ada sekitar 150 kapal wisata yang beroperasi di Mandeh saat ini. “Sebelum Mandeh Joy Sailing 2014, hanya 2 dua sampai 3 kapal," ujarnya.
Melubernya kapal kadang tidak diimbangi dengan jumlah wisatawan yang mengunjungi Mandeh. Menurut Rio, Mandeh menjadi sepi sejak ada gempa pada 2 Maret lalu. Selain itu, para pelaku pariwisata belum memberikan pelayanan yang baik untuk para wisatawan. "Persoalan mendasar ialah pelayanan. Kebanyakan operator biasa ke laut mencari ikan, belum paham dengan pelayanan di bidang pariwisata," ungkapnya.
Selain itu, fasilitas umum untuk para wisatawan sangat minim, terutama toilet yang belum memenuhi standar daerah pariwisata. “Kami juga belum pernah dilatih menjadi pemandu wisata,” tambahnya. Masyarakat di sekitar Mandeh pun belum dilatih menciptakan sadar wisata di lingkungan mereka. Masyarakat lebih senang menjalani pekerjaan yang dianggap menguntungkan, yaitu sebagai operator kapal wisata. “Warga di sini berbondong-bondong menjadi operator kapal wisata daripada yang lain. Makanya kapal wisata jauh lebih banyak daripada pengembangan wisata lain
di Mandeh," jelas Rio. (YH/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved