Ratusan Petani Sragen Keluhkan Kebijakan Impor Bawang Merah

Widjajadi
07/6/2016 19:12
Ratusan Petani Sragen Keluhkan Kebijakan Impor Bawang Merah
(ANTARA)

RATUSAN petani bawang merah di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sangat menyesalkan kebijakan pemerintah yang akhirnya memilih mendatangkan bawang impor di saat mereka sedang mengalami panen bawang. Harga bawang dikhawatirkan akan terus terjun bebas selama bulan puasa hingga mendekati Lebaran.

"Ada sedikitnya 200 petani di Kabupaten Sragen yang bergairah menanam bawang merah, dengan perhitungan hasil panen bisa dipergunakan untuk berlebaran. Namun, dengan langkah impor, harga jelas akan jatuh. Kami tidak akan menikmati jika harga bawang merah nanti sampai tinggal Rp10 ribu per kilogram di tingkat petani," tukas Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, kepada Media Indonesia, Selasa ( 7/6).

Dia memaparkan, panen bawang merah di lima kecamatan wilayah Sragen akan berlangsung hingga menjelang Lebaran nanti. Dengan stok bawang merah lokal yang berlimpah, termasuk dari daerah lain seperti lereng Merapi dan juga Brebes yang menjadi sentra bawang merah, dan kemudian ditimbrung dengan bawang impor di pasar, diyakini harga semakin merugikan petani.

Saat ini, di tingkat petani, harga bawang merah super masih mencapai Rp17 ribu/kg. Ratusan petani Sragen getol menanam bawang merah, karena umur pemeliharaannya yang cukup pendek, hanya 2 bulan. Kebanyakan petani memasang strategi, bahwa panen bawang merah untuk bisa dipergunakan buat Lebaran.

"Namun dengan adanya bawang impor, mana bisa kami senang berlebaran. Padahal, di tingkat pasar sendiri harganya masih di atas Rp20 ribu/kg," tutur Suratno yang diamini para petani anggota KTNA Kecamatan Gondang.

Seperti diberitakan, Menteri BUMN Rini Soemarmo sudah menegaskan, pemerintah akan mendatangkan bawang impor sebagai upaya menekan harga di tingkat pasar yang masih tinggi. Ada sedikitnya 2.500 ton bawang merah impor siap menuju ke Indonesia dalam waktu dekat ini. (WJ/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya