Banjir Rob Genangi Ratusan Rumah di Padang

Yose Hendra
07/6/2016 18:59
Banjir Rob Genangi Ratusan Rumah di Padang
(ANTARA)

BANJIR air laut pasang atau rob merendam ratusan rumah warga yang berada di dekat pantai di Kota Padang, Sumatra Barat, Selasa (7/6). Ketinggian air mencapai 20 hingga 80 centimeter.

Penjaga pintu air di Air Tawar Barat, Kecamatan Koto Tangah, Dani, mengatakan, banjir rob terjadi sejak Minggu (5/6) pagi, dan berlangsung hingga Selasa pagi.

"Naik air perlahan-lahan, mulai pukul 5.00 WIB dari muara sungai, lalu masuk ke anak sungai. Lama-kelamaan air laut semakin tinggi dan menggenangi rumah-rumah di sekitar sini," ujarnya.

Sekira pukul 8.00 WIB, katanya, air perlahan-lahan surut. Setelah surut, lantas, warga korban banjir rob mulai membersihkan rumah dari jejak genangan air laut.

Selain di Air Tawar, banjir rob juga terjadi di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, yang berbatasan sungai dengan Air Tawar. Di wilayah ini, banjir rob naik sampai ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 80 cm.

"Air laut masuk dari pintu air pengatur banjir kanal ditambah kondisinya sudah dangkal karena lumpur membuat pengatur pintu air tidak befungsi," tandas Rusli, seorang warga setempat.

Sementara di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, dilaporkan ratusan rumah tergenang banjir rob. Salah seorang warga di sana, Santi, mengatakan, naiknya air laut sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

"Puncaknya pukul 7.00 WIB, air bisa sampai ketinggian 50 cm hingga menyusut sekitar pukul 9.00 WIB," ungkapnya.

Dikatakannya, banjir rob memang tiap tahun terjadi, tapi pada 2016 ini merupakan yang terburuk. Banjir rob yang merupakan masuknya air laut ke daratan diduga karena pengaruh perubahan iklim yakni debit air laut yang semakin tinggi diakibatkan mencairnya es di kutub utara, akibat suhu bumi yang meningkat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ketinggian gelombang laut pada bulan ini bisa mencapai 6 meter. Menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Budi Samiadji, air pasang disebabkan posisi bulan cukup dekat dengan bumi.

"Diperkirakan maksimal ketinggian gelombang mencapai 6 meter pada bulan ini," katanya.

BMKG sendiri memprediksi banjir rob akan terjadi hingga dua hari ke depan di wilayah yang berbatasan dengan Samudera Hindia seperti Sumatra bagian Barat.

Untuk mengatasi persoalan banjir rob, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, berencana membangun pemecah batu di sepanjang pantai. "Karena daerah kita di sepanjang pantai cukup rendah dan mudah terendam, maka membangun batu grip atau pemecah batu menjadi solusi untuk mengatasi banjir rob," jelasnya. (YH/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya