Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Narkoba Polda Bali menangkap bandar besar narkoba asal Jakarta yang akan mengedarkan narkoba di wilayah Bali. Menariknya, aksi penangkapan itu dilakukan sendiri oleh Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto bersama sopir pribadinya dan seorang anggota lainnya yang dipercayai tidak membocorkan rahasia tersebut.
"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang dari Jakarta yang membawa narkoba dari berbagai jenis cukup banyak. Bahwa yang bersangkutan menginap di sebuah hotel di Jl By Pass Ngurah Rai Tuban. Karena saya sendiri yang menerima telepon tersebut, maka saya sendiri yang menangkap bersama sopir dan satu anggota. Kita lakukan ini karena khawatir informasi akan bocor terlebih dahulu dan akhirnya target lolos," ujarnya di Denpasar, Selasa (7/6).
Penangkapan dilakukan pada Jumat (3/6) sekitar pukul 22.00 Wita. Ketika itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto mendapat telepon dari informan yang namanya dirahasiakan, bahwa ada seseorang yang membawa narkoba dan menginap di salah satu hotel di wilayah Kuta.
Dari informasi tersebut, Franky pun memimpin langsung penangkapan terhadap pelaku. Khawatir informasi itu bocor, Franky pun hanya membawa sopir pribadinya dan satu anggota yang benar-benar dapat dipercaya. "Kami bertiga saja. Saya, sopir saya, dan satu anggota. Karena takut informasi ini bocor," ujarnya.
Sesampai di Hotel H Jalan By Pass Ngurah Rai No 1 Banjar Lingkungan Pemacu, Kelurahan Kuta Kabupaten Badung, polisi langsung menangkap pelaku di kamar nomor 628. Saat ditangkap, tersangka yang diketahui berinisial AI, 27, tidak melakukan perlawanan.
"Jadi ceritanya saya mendapati informasi di dalam kamar itu, ada si AI ini dengan barang ini sudah tergeletak di meja. Kita amankan langsung. Kita periksa memang diakui bahwa barang ini dibeli, dibawa dia dari Jakarta," ujarnya.
Pelaku mendarat di Bali sekitar 2 hari sebelum penangkapan dengan menggunakan pesawat Lion Air. Penangkapan pelaku tersebut berkat bantuan masyarakat yang memberikan informasi. "Sehingga keberadaan pelaku kita tahu dan kita lacak. "Ya saya kejar ternyata barang itu sudah masuk di hotel itu," lanjutnya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah plastik klip berisi kristal bening yang mengandung narkotika jenis sabu 190, seberat 94 gram neto dan serbuk putih 7, 30 gram neto, ekstasi 3, 44 gram neto. Atas perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dari hasil interogasi terhadap pelaku AI bahwa ada salah seorang temannya yang merupakan bosnya yang tinggal di salah satu rumah kontrakan di wilayah Denpasar Selatan. Tidak membuang waktu lama kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap MW. MW yang berasal dari Tangerang ditangkap polisi di sebuah ruko Nomor 18 Jalan Glogor Carik, Banjar Lingkungan Gunung, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.
Dari tempat pelaku, polisi mendapatkan satu kotak peti yang di dalamnya terdapat barang bukti berupa kokain 7 gram lebih, sabu 19, 44 gram neto, dan ekstasi 9, 2 gram neto. Hingga kini, kedua pelaku masih ditahan di Polda Bali untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Polda Bali juga mencurigai lolosnya narkoba ke Bali melalui Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan informasi dari Mabes Polri bahwa Pulau Bali merupakan pasar narkoba terbesar di Indonesia. Pulau Bali menjadi sasaran peredaran narkoba. Ketika ditanya apakah ada keterlibatan pihak bandara sehingga bisa lolos dari sinar X, Franky tidak menampiknya.
"Saya tidak tahu itu, sekarang komitnya orang di bandara Jakarta itu bagaimana? Kok bisa lolos? Kalau memang ada pemeriksaan, kenapa bisa lolos. Di X ray tetap barang ini ada di sini. Saya tida bisa menduga-duga tapi mereka bawa itu," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak bandara menyediakan alat khusus pendeteksi narkoba biar bisa lebih mudah mendeteksi narkoba yang dibawa pelaku.
"Yang dari Jakarta itu siapkan saja alatnya. Biar kita yang terima tamu di sini itu tidak menjadi pemakai banyak. Pelaku ini sudah masuk dalam daftar target operasi. Sejak saya diterima di sini (Polda Bali, red) saya sudah bilang ada TO. Nah, ini yang saya maksud," tukasnya. (OL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved