10 Ribu Wisatawan Tiongkok Akan Kunjungi Bali

06/6/2016 22:48
10 Ribu Wisatawan Tiongkok Akan Kunjungi Bali
(ANTARA/Fikri Yusuf)

PROMISI gencar yang dilakukan Kementerian Pariwisata ke daratan Tiongkok pasti mulai terasa dampaknya di Bali. Dalam liburan pertengahan tahun ini Juni-Juli 2016 ini, sudah 10.500 turis dari Negeri Tirai Bambu yang akan berwisata ke Bali.

"Kami terus antisipasi semua lini. Yang sekarang sedang berjalan adalah turis Tiongkok sebanyak 10.500 orang, angkanya makin mendominasi," papar General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo.

Menurut dia, kedatangan wisatawan dari Negeri Panda tu ditangani salah satu biro perjalanan. Wisatawan dari negeri Panda tersebut dijadwalkan menumpang maskapai penerbangan dengan jadwal reguler dan penerbangan carter atau tidak berjadwal.

Selaku pengelola Bandara Ngurah Rai, Trikora meminta maskapaidan instansi penanganan bagian darat serta instansi terkait lainnya mengantisipasi membludaknya kunjungan wisatawan. "Kami minta airline, groundhandling dan yang lain untuk antisipasi liburan sekaligus Bulan Puasa dan Lebaran," imbuhnya.

Pengamat pariwisata Made Sudana menilai meningkatnya jumlh wisatawan itu didorong beragam kebijakan pemerintah yang propasar. Kebijakan bebas visa yang menyasar negara pusat turis antarbangsa seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara Eropa dinilai sangat pas untuk menjaring wisman ke Indonesia.

"Dampak untuk Bali langsung terasa. Setelah ada kebijakan Bebas Visa Kunjungan untuk 169 negara, wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali pada Januari-April 2016 tercatat mencapai 1,4 juta orang. Naik 16,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 1,2 juta orang," paparnya.

Bagi Sudana, kondisi yang cukup menggembirakan itu, sesuai sasaran yang ditetapkan secara nasional oleh pemerintah pusat pada 2016 yang mematok penambahan kedatangan wisatawan mancanegara sebesar 16 persen. "Sekarang semua lini tinggal menambah pelayanan, keramahan, dan kenyamanan," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya