Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengalami pengunduran beberapa kali, proyek Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, direncanakan bakal dioperasikan untuk umum pada 15 Juni 2016. Dijadwalkan, Presiden Joko Widodo/Jokowi yang akan meresmikan tol tersebut. Beberapa kali pengunduran pengoperasian yakni semula akan diresmikan awal Mei, terus mundur akhir Mei dan yang terakhir pertengahan atau 15 Juni.
Pejabat humas PT Waskita Karya selaku pelaksana pembangunan proyek Tol Pejagan-Brebes, Hendro Budiyano, menyebut, pengunduruan pengoperasian, sebenarnya lebih karena menyesuaikan jadwal Presiden Jokowi.
"Kalau secara fisik kondisi tol sudah selesai seratus persen dan siap digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini," ujar Hendro, Senin (6/6).
Hendro mengaku menerima surat pemberitahuan pengoperasian 15 Juni dari dari hasil rapat koordinasi PT Pejagan-Pemalang Tol Road. "Hasil rapat koordinasi dan surat yang kami terima PT Pejagan-Pemalang Tol Road, ruas tol Pejagan-Brebes ditargetkan akan resmi dibuka dan dioperasionalkan untuk masyarakat pada 15 Juni nanti," tegas Hendro.
Menurut Hendro, dengan pengunduran pengoperasian, sebenarnya juga lebih bagus, karena berarti lebih siap lagi secara keseluruhan. "Pintu keluar Tol Pejagan-Brebes yang di jalur pantura ruas Desa Klampok yang rencana semula tidak dibuka lebih dulu, juga akan dibuka," terang Hendro.
Di sisi lain, Polres Brebes, Jawa Tengah, sudah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan baik yang berada di jalur mudik wilayah pantura, tengah, dan selatan Kabupaten Brebes. Antara lain, Brebes Timur di jalur pantura arah Kota Tegal selepas exit Tol Pejagan-Brebes, Dermoleng (Ketanggungan, jalur tengah), dan di jalur selatan di perbatasan Bumiayu-Purwokerto.
"Di titik titik rawan kemacetan itu jumlah personel yang bertugas akan lebih banyak daripada tempat lain," ujar Kapolres Brebes, Ajun Komisaris
Besar (AKB) Lutfhie Setiawan.
Lutfhie menambahkan, titik rawan kemacetan di Dermoleng, selain di tempat itu terdapat dua persimpangan yakni ke arah Slawi (ibukota Kabupaten Tegal) dan arah Purwokerto, juga karena dekat palang pintu rel KA. "Jadi kemacetan lebih parah lagi kalau pas ada kereta api lewat," terang Kapolres. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved