Alat Berat Diturunkan untuk Normalkan Jalur Lintas Sumatra

MI
06/6/2016 06:34
Alat Berat Diturunkan untuk Normalkan Jalur Lintas Sumatra
(Ilustrasi--ANTARA/Siswowidodo)

TANAH longsor yang menerjang Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu (4/6), memutus jalur lintas Sumatra (jalinsum) yang menghubungkan Medan (Sumatra Utara)-Bukittinggi (Sumatra Barat).

"Tim terus bekerja membersihkan material," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumbar, Bambang Warsito di Agam, kemarin (Minggu, 5/6).

Dia menjelaskan, untuk membersihkan material yang memanjang sekitar 100 meter, dua unit alat berat milik dinas pekerjaan umum diterjunkan. Sekitar 35 personel dari BPBD dan instansi lain diperbantukan untuk mengurai material dan mencari korban tertimbun tanah material longsor.

Camat Palupuh Herizon A mengatakan tanah longsor terjadi di Mudiak Palupuah, Kilometer 22 dari Bukittinggi, sekitar pukul 16.30 WIB. Menurutnya, tanah longsor terjadi begitu saja tanpa ada hujan.

Ia menambahkan, material tanah longsor menimbun sejumlah kendaraan. Selain itu, tanah longsor membuat jalan terban dan materialnya menimbun aliran sungai yang berada di seberang jalan.

Ia mengaku sulit menormalisasi jalur tersebut, karena selain material yang terdiri dari batu dan tanah, sebagian badan jalan juga terban. "Tim di lapangan tidak bisa memastikan kapan evakuasi atau pembersihan material longsor dari jalan akan selesai," ujarnya.

Sementara itu, jalinsum Padang (Sumbar)-Bengkuluk, tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar), kemarin, kembali digenangi rob. Rob tersebut tidak sampai mengganggu arus kendaraan karena hanya setinggi 6 cm.

Secara terpisah, warga Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, membersihkan rumah setelah sempat terendam banjir pada Sabtu (4/6). Warga memanfaatkan terik matahari untuk menjemur barang mereka yang basah ataupun lembap. "Hari ini matahari cukup terik jadi kami sekeluarga bersih-bersih setelah kebanjiran," ujar seorang warga Palangkaraya, Risa.

Hujan yang mengguyur Kota Palangkaraya pada Jumat (3/6) hingga Sabtu pagi membuat hampir seluruh wilayah kota terendam banjir setinggi 1 meter-1,5 meter. Banjir itu pertama kali terjadi di Kota Palangkaraya.

Wakil Wali Kota Palangkaraya Mofit Saptono Subagio meminta warga untuk tetap mewaspadai banjir yang dapat terjadi secara tiba-tiba. (YH/SS/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya