Jalur Penghubung Pantura-Selatan Rawan Macet

Liliek Dharmawan
06/6/2016 06:25
Jalur Penghubung Pantura-Selatan Rawan Macet
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

JALUR penghubung pantura ke jalur selatan, Jawa Tengah, diperkirakan masih rawan macet, terutama antara perbatasan Brebes-Banyumas, Ajibarang dan perempatan Wangon. Titik itu mempertemukan kendaraan dari arah pantura maupun dari arah Bandung yang melalui jalur selatan.

Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan mengungkapkan hal itu setelah pihaknya memetakan titik rawan kemacetan.

"Salah satu faktornya ialah pelintasan sebidang yang berada di Paguyangan, Brebes, dan imbasnya sampai ke Banyumas. Karena itu, kami akan melakukan koordinasi secara intensif dengan Polres Brebes," ujar Gidion, kemarin.

Selain karena pelintasan sebidang jalur ganda di wilayah Brebes, kemacetan disebabkan lebar jalan nasional penghubung pantura ke jalur selatan tersebut hanya 5 meter, cukup sempit untuk dilalui banyak kendaraan pada masa mudik Lebaran.

Pasalnya, peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalur setempat bisa mencapai 100% untuk sepeda motor dan 30% untuk angkutan umum.

Dari Jawa Barat, dilaporkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperbaiki jalan-jalan alternatif yang rusak atau berlubang untuk mencegah kecelakaan.

"Yang paling utama diperbaiki ada di ruas jalan Pamoyanan dan Mangunreja karena sering dilalui kendaraan dari luar daerah saat mudik," beber Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan Tasikmalaya, Bambang Alamsyah.

Jalan nasional penghubung Kabupaten Bojonegoro, Jatim, dengan Kota Cepu, Jateng, juga rusak. Selain bergelombang, di jalan itu juga terjadi rekahan.

Dari Sumsel, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Erpanto mengimbau pemprov segera memperbaiki kerusakan jalan di Sumsel, sebelum Idul Fitri. Pasalnya, jalan-jalan itu akan dilalui para pemudik. "Masih banyak jalan milik negara maupun provinsi yang masih berlubang, seperti di Prabumulih, Muara Enim, dan OKU Selatan."

Tak hanya jalan, persiapan menyambut musim mudik Lebaran juga dilakukan dengan memperbaiki 10 selter bus jurusan AKAP di Terminal Purabaya, Jatim, karena banyak yang ambles dan retak. Perbaikan itu ditargetkan sudah harus selesai H-10 Lebaran.

Dalam merespons penurunan harga BBM, Kemenhub menurunkan tarif kereta api (KA) kelas ekonomi antarkota jarak jauh dan sedang yang berlaku mulai 1 Juli 2016.

KA jarak jauh seperti KA Matarmaja jurusan Surabaya Gubeng-Pasar Senen, tarifnya turun menjadi Rp109 ribu, KA Brantas jurusan Kediri-Pasar Senen menjadi Rp84 ribu. Lainnya, seperti KA Siantar Ekspress jurusan Medan-Siantar tarifnya turun menjadi Rp22 ribu.

KA Trans-Sulawesi
Di Sulsel, proyek jalur kereta api Trans-Sulawesi dilaporkan baru selesai 16,8 km atau 11% dari 146 km seharusnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap proyek itu selesai tepat waktu untuk bisa digunakan pada 2019. Kehadiran jalur KA Trans-Sulawesi itu sangat strategis untuk membantu percepatan arus logistik dan transportasi.

"Bukan hanya di Sulsel, melainkan Sulawesi," katanya, seusai berziarah ke makam orangtuanya di Pekuburan Sayye (Arab), Makassar.(YK/AD/DW/HS/LN/Adi/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya