TKI di Arab Saudi Tewas Dibunuh

MI
06/6/2016 06:20
TKI di Arab Saudi Tewas Dibunuh
()

NUR Asiah, 32, TKI yang bekerja di Arab Saudi, tewas karena diduga dibunuh saudara majikannya. Kabar itu disampaikan sejumlah utusan dari Kementerian Luar Negeri yang datang ke rumah korban di Kampung Sukawarna, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

"Asiah tewas sekitar dua pekan lalu. Namun, Kementerian Luar Negeri baru mendapat kabar itu pada 3 Juni lalu," papar Arifin, 33, paman korban, yang menerima kedatangan utusan Kemenlu tersebut, kemarin (Minggu, 5/6).

Kedutaan Besar RI di Arab Saudi telah melihat langsung jenazah Nur Asiah yang berada di Rumah Sakit King Saud, Riyadh.

Kabar itu sontak menyentak Aep, 60, dan Haeni, 55, orangtua korban. Keduanya belum bisa berbicara dan lebih banyak terdiam. "Sebelum ada kabar pembunuhan itu, keluarga sudah menerima kabar dari majikan Nur bahwa anak kami meninggal karena sakit. Karena itu, keluarga sangat kaget mengetahui ia meninggal karena dibunuh," lanjut Arifin.

Nur Asiah berangkat ke Arab Saudi sejak 2013. Ia tidak banyak memberi kabar kepada keluarga soal kondisinya di negara itu. Keluarga sudah berusaha mencari nomor kontak korban dari perusahaan pengerah jasa tenaga kerja yang memberangkatkan dia.Namun, sebelum komunikasi bisa dilakukan, kabar kematian sudah mendahului.

"Sebelum keberangkatan pada 2013, keponakan saya juga pernah bekerja di Arab Saudi pada 2010. Selama tiga tahun disana tidak ada kejadian yang aneh, dan dia pulang dalam kondisi sehat," papar Arifin.

Keberangkatan kedua dilakukan korban tanpa melalui penyalur. Ia diminta langsung oleh majikannya yang lama untuk datang. Biaya perjalanan pun ditanggung sang majikan. Pada keberangkatan yang kedua inilah, keluarga tidak bisa menghubungi korban selama 2 tahun 8 bulan.

"Kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi. Keluarga juga berharap jenazah Nur Asiah bisa dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di kampung halaman," tandas Arifin.(DG/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya