Gempa Pesisir Selatan Picu Kerinci Semburkan Abu Vulkanik

Yose Hendra
04/6/2016 22:38
Gempa Pesisir Selatan Picu Kerinci Semburkan Abu Vulkanik
(MI/Solmi)

GUNUNG Kerinci di perbatasan Sumatra Barat dan Jambi terus menyemburkan abu vulkanik sejak Jumat (3/6) malam. Diduga karena dipicu gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang berpusat di Pesisir Selatan Kamis (2/6) lalu.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Barat Ade Edward, Sabtu (4/6), debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Kerinci semalam terpicu gempa di Pesisir Selatan.

"Ini sama dengan letusan Gunung Talang pada 2005 yang terpicu gempa di laut dekat Siberut, Mentawai. Gunung api sepanjang ring of fire berkorelasi dengan tatanan tektonik zona subduksi," jelas Ade.

Gunung Kerinci terletak di zona patahan Sumatra. Begitu pun halnya dengan Gunung Talang. Sementara episentrum gempa Pesisir Selatan kemarin berada di zona subduksi atau Sunda Trench.

"Gunung api volkano tektonik bagian dari sistem zona subduksi Sunda Trench," ujarnya.

Semburan gunung Kerinci semalam, dikatakan Kepala Pos Pengamat Gunung Kerinci Indra Saputra, teramati asap kelabu tinggi asap dengan ketinggian 400-500 meter.

"Tekanan kuat condong ke arah timur dan barat," ujar Indra.

Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Sumatra tersebut masih berstatus waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak.

Mereka dilarang berkegiatan di radius 3 km dari kawah aktif. Selain itu, pihak PVMBG juga menyarankan jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih dapat terjadi abu dengan ketinggian yang bisa mengganggu jalur terbang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), letusan Gunung Kerinci menyebabkan hujan abu tipis di Desa Sungai Sikai dan Desa Tangkil Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan ketebalan 0,01-0,05 mm.

"Letusan berlangsung puluhan kali dan terus menerus. Tidak ada peningkatan status gunung, masih dalam status Waspada (level II). Status ini sudah ditetapkan sejak 9 September 2007 sampai sekarang," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu. (YH/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya