Harga Gula Pasir Betah di Rp16 Ribu

Widjajadi
04/6/2016 01:50
Harga Gula Pasir Betah di Rp16 Ribu
(FOTO ANTARA/Jessica Wuysang)

INTERVENSI pemerintah lewat operasi pasar (OP) ataupun pasar murah belum berhasil meredam kenaikan harga gula pasir di Tanah Air. Di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Barat, harga gula pasir masih bertengger di angka Rp15 ribu- Rp16 ribu per kg. Di tingkat eceran, harga gula dijual lebih tinggi hingga Rp18.500. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, salah satu BUMN yang mendapat penugasan operasi pasar, mengaku kehabisan stok gula. Target menekan harga hingga Rp10.500 per kg pun tak tercapai. "Stok gula pasir di gudang-gudang milik PTPN IX sudah habis. Sementara itu, harga gula mentah (raw sugar) yang akan diimpor juga sedang mahal. Maka upaya intervensi harga dengan operasi pasar atau pasar murah belum bisa dilakukan," ujar pejabat PTPN IX Jawa Tengah, Bagiyo, kepada Media Indonesia, Jumat (3/6).

Intervensi untuk menekan harga gula pasir di Jateng masih bisa dilakukan jika ada bantuan dari PTPN provinsi lain.
Tanpa bantuan, pasar gula masih menjadi permainan tengkulak. "Baru ada satu pabrik gula mulai giling, kami belum mampu berbuat. Minimal perlu empat hari untuk mengeluarkan gula dari pabrik. Itu baru upaya kita," bebernya. Saat ini, harga gula mentah di pasar internasional sudah mencapai Rp8.000 per kg. Sebelumnya, saat harga gula masih Rp6.740 per kg, PTPN IX masih bisa berkontribusi. Gula pasir di Surakarta sebagian besar dari Jatim. Anehnya, para pedagang tidak langsung mengambil dari Kediri atau Bojonegoro, tetapi mengambil lewat Banten. Di Sumbar, harga gula pasir tidak kunjung turun meski BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) telah mengadakan OP.

Sebanyak 190 ribu ton gula kristal putih impor disiapkan PPI untuk didistribusikan ke 60 wilayah sejak Mei lalu. Gubernur Jatim Soekarwo mengakui pemerintah tidak bisa mendekte penjual eceran untuk menurunkan harga gula pasir. "Gula di pasar yang harganya Rp14 ribu itu masih 1.500 ton, ini harus dihabiskan dulu baru harga gula murah bisa dinikmati konsumen." Karena itu, pemrov coba mengubah metode distribusi, yakni gula tidak dijual ke pembeli, tapi ke para pedagang. Dengan cara itu, pedagang menjual lagi dengan harga lebih rendah ke pembeli. Di Cirebon, Jabar, empat pabrik milik PT PG Rajawali II menggelontorkan 24 ton gula pasir dalam OP di 12 pasar tradisional pada Sabtu (3/6) hingga Minggu (4/6).

Kurang dari 3 jam, 1 ton gula pasir di tiap titik terjual habis. Corporate Secretary PT PG Rajawali II Tamino berharap itu meredam kenaikan harga. BUMN lain yang ditugasi meredam kenaikan harga adalah Bulog. Kepala Perum Bulog Subdivre Pekalongan, Jawa Tengah, Sumarna Muharip, mengaku mulai menggelar OP bawang merah seharga Rp25 ribu per kuintal.

Melebihi nasional
Pergerakan harga juga mulai terlihat pada komoditas beras. Di Sumbar, harga beras kelas premium melebihi harga rata-rata nasional. Harga beras tertinggi ialah jenis cisokan solok dan IR-42 solok di angka Rp14.375 per kg. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan daerahnya perlu disuplai delapan komoditas pangan impor untuk mengendalikan harga (WJ/UL/FL/YH/AD/PO/PT/FR/TS/AU/JI/AR/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya