Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan menyerahkan berkas perkara dan administrasi kasus pembunuhan M Panshor bin Abdullah Bakri yang dimutilasi beberapa waktu lalu ke Polda Lampung. Penyerahan dilakukan Jumat (3/6) di Markas Polda Sumsel, dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dan perwakilan penyidik Polda Lampung.
Namun, kedua pihak tidak langsung serah terima potongan tubuh M Panshor yang tidak lain ialah anggota DPRD Bandar Lampung. Sebab potongan tubuh itu tetap akan diambil oleh keluarga nantinya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa pihak keluarga akan mengambil jasad M Panshor pada Jumat siang. Namun, informasi yang berkembang, jenazah akan diambil keluarga Sabtu (4/6) besok.
"Potongan-potongan tubuh ini sudah siap untuk diambil keluarga. Kita juga masih menunggu. Karena keluarga belum memberikan informasi pasti kedatangannya," tukas Djarod.
Ia mengatakan, penyidik Polda Sumsel sudah memberikan berkas kasus M Pansor beserta hasil tes DNA korban kepada Polda Lampung. Lalu nantinya, bersama-sama akan diselidiki terkait pelaku dan motif pembunuhan itu.
"Kita juga serahkan berkas ini ke Polres OKU (Ogan Komering Ulu) Timur, karena memang Polres ini yang pertama mengungkap kasus ini," terang Djarot.
Ditambahkan Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradito, potongan tubuh M Panshor itu mungkin akan diambil keluarga besok, sebab butuh persiapan sebelum jenazah diserahkan ke keluarga. Yakni, kepastian rencana pengangkutan jenazah menggunakan jalur darat atau udara, lalu juga harus disiapkan administrasi pengambilan jenazah.
"Yang paling penting itu harus disiapkan peti jenazah. Sementara saat ini belum ada petinya. Tidak bisa dipaksa hari ini untuk diambil jenazah. Kalau memang harus hari ini jenazah diambil, jenazah hanya diangkut menggunakan kain kafan dan itu tidak etis," beber dia.
Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, Polda Sumsel dan Polda Lampung telah membuat tim investigasi bersama, termasuk dengan Direktorat I Pidana Umum Mabes Polri.
"Setiap penyidik dari kedua Polda ini akan melakukan koordinasi untuk memilah tugas masing masing. Kami juga ingin memastikan di mana lokasi pembunuhan itu terjadi dan bagaimana bisa terjadi," kata Daniel.
Terkait motif pembunuhan sampai saat ini belum bisa diketahui karena masih dalam penyelidikan. Khusus untuk di Sumsel, Polda Sumsel baru menggali keterangan dari orang-orang yang menemukan potongan tubuh pertama kali.
Sayangnya, sampai saat ini ada kendala cukup berarti yakni bagian tubuh utama (badan) belum bisa ditemukan. "Ini terus kita kembangkan kasusnya. Untuk saat ini, keluarga sudah boleh mengambil potongan tubuh yang ada di RS Bhayangkara Palembang," tandasnya. (DW/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved