Pembebasan Lahan Tol Trans-Jawa Mandek

(AS/JH/BB/N-4)
03/6/2016 03:50
Pembebasan Lahan Tol Trans-Jawa Mandek
(ANTARA FOTO/Saptono)

PEMBEBASAN lahan Tol Trans-Jawa di Jawa Tengah mandek meskipun pengukuran dan negoisasi harga selesai dilakukan. Pantauan Media Indonesia, hingga kemarin, persiapan pembangunan jalan tol terus dilakukan. Sebagian lahan yang sudah selesai pembayaran pembebasan sudah memasuki tahap kontruksi. Sebagian besar lainnya masih menunggu pembayaran kompensasi yang hingga kini masih terkatung-katung. Padahal, menurut Nardi, 56, warga Ngaliyan, Semarang, pengukuran hingga pemetaan di atas lahan miliknya telah dilakukan sejak delapan tahun lalu. "Kami mau pindah tapi tidak punya dana untuk mencari tempat baru, sedangkan untuk tetap bertahan, tidak dapat tenang karena seolah anak-anak tidak jauh dari rumah ini," sebutnya. Plt Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah, Lukman Hakim mengakui dana pembebasan lahan memang belum ada.

"Kita sudah bekerja sesuai dengan target, bahkan saya targetkan seluruh pembebasan akan selesai pada Juli mendatang. Namun, ketidaktersediaan dana menjadi kendala. Ya, paling nanti berapa pun adanya dana tersedia dibagi-bagi di masing-masing daerah," katanya seusai rapat koordinasi dengan staf khusus wapres, Kamis (2/6). Dibutuhkan dana kompensasi lebih dari Rp106 miliar untuk pembayaran lahan seksi IV Salatiga-Boyolali pada ruas Tol Semarang-Solo sebanyak 517 bidang yang berada di Kecamatan Tengaran, Suruh, Susukan, dan Kaliwungu.

Lalu, Kota Semarang tahap I membutuhkan dana Rp800 miliar dan tahap II Rp2 triliun, Kabupaten Kendal Rp594 miliar, Kabupaten Batang Rp250 miliar, Kabupaten Pemalang Rp215 miliar, dan Kabupaten Pekalongan Rp644 miliar. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat, pesimistis target program bebas jalan bolong bisa tereali-sasi sesuai rencana karena alokasi dana APBD sebesar Rp1,2 miliar dikhawatirkan tidak akan cukup.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya