Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI akhir masa panen rendeng 2015/2016, harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bersiap naik. Kenaikan itu terjadi seiring dengan akan berakhirnya masa panen musim rendeng (penghujan). Harga beras kualitas satu saat ini sudah mencapai Rp9.000 per kg, beras kualitas dua Rp8.500 per kg, dan beras kualitas tiga Rp8.000 per kg. "Saat panen berakhir, stok gabah di tingkat petani akan berkurang. Dampaknya, harga gabah pun akan mengalami kenaikan. Harga beras pun ikut mengalami kenaikan," kata Wahyudi, pedagang beras di Pasar Baru Indramayu, Kamis (2/6). Saat ini, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani berkisar Rp4.200 hingga Rp4.400 per kg. Harga tersebut jauh lebih tinggi ketimbang harga pembelian pemerintah (HPP) GKP yang hanya Rp3.700 per kg.
Untuk beras dari gabah hasil panen gadu 2015, harganya kini sudah mendahului naik. Untuk beras premium kualitas 1 harganya naik dari Rp11.000 menjadi Rp11.500 per kg, beras kualitas dua naik dari Rp10.500 menjadi Rp11.000 per kg, dan beras kualitas 3 naik dari Rp10.000 per kg menjadi Rp10.500 per kg. "Ini karena stoknya memang sudah akan habis," imbuh Wahyudi. Sementara itu, kenaikan harga gula saat ini sudah menembus angka Rp20 ribu per kg di pedalaman Kalimantan Tengah. Menurut Dina, warga Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, tingginya harga gula terjadi di Kecamatan Permata Intan, yang sangat jauh dari ibu kota kabupaten. Akses transportasi di sana pun terbilang sulit. "Kalau pemerintah daerah tidak tanggap, saat memasuki Ramadan hingga menjelang Lebaran, harganya akan semakin tidak terkendali," ujarnya. Para pedagang mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga karena stok gula tersedia.
Menurut mereka, kenaikan itu sudah terjadi di tingkat distibutor.
Melimpah
Di sisi lain, pasokan sayur-mayur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan lokal dan luar daerah setempat cukup melimpah. Melimpahnya pasokan itu berdampak pada penurunan harga di pasar. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Subterminal Agribis Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kantil Trimin-toyo mengatakan sebanyak 22 komoditas sayur-mayur tersedia di Pasar Mantung. Bahkan, pasokan setiap komoditas terus mengalir dari Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Batu. Sayur yang dikirim ke Kalimantan, di antaranya kentang, kubis, brokoli, dan sawi. Untuk pengiriman ke Surabaya menjelang Ramadan ini diprediksi ada kenaikan permintaan sekitar 5%-10%.
Di lain hal, harga cabai rawit dilaporkan Rp13 ribu per kg, cabai merah besar Rp12 ribu per kg, cabai keriting Rp8.000 per kg. Harga bawang merah di Pasar Mantung dijual Rp14 ribu dari sebelumnya Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per kg. "Tapi harga kentang justru naik dari Rp5.500 per kg menjadi Rp9.000 per kg," katanya. Terkait dengan rencana impor, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menolak impor bawang merah yang dilakukan pemerintah pusat karena suplai dalam negeri dinilai masih mencukupi. (SS/HS/BN/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved