Sebagian Wilayah Yogyakarta Masuki Musim Kemarau

Agus Utantoro
02/6/2016 21:45
Sebagian Wilayah Yogyakarta Masuki Musim Kemarau
(ANTARA FOTO/Rahmad)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan, beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Wilayah yang mulai memasuki musim kemarau itu, kata Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono, Kamis (2/6), kebanyakan di daerah pesisir selatan.

"Beberapa titik di DIY saat ini sudah masuk kemarau, terutama di bagian pesisir sudah ada indikasi awal kemarau. Curah hujan sepuluh hari terakhir di beberapa titik tersebut kurang dari 50 milimeter,” ujarnya.

Menurut dia, datangnya musim kemarau di DIY baru dapat dipastikan nanti setelah data dari seluruh daerah di wilayah setempat sudah masuk. "Nanti setelah semua data dari seluruh wilayah di DIY masuk, baru akan kami analisis daerah mana saja yang sudah masuk kemarau,” jelasnya.

Dikatakan, dari prakiraan awal musim kemarau akan dimulai dari selatan DIY pada dasarian kedua Mei, menjalar ke utara pada dasarian ketiga.

"Bila dibandingkan dengan kondisi normalnya, awal kemarau tahun ini mundur dua hingga tiga dasarian yaitu sekitar 20 sampai 30 hari,” jelasnya.

Sedangkan mengenai masih adanya hujan turun di beberapa di wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir ini, lanjut Joko, karena ada faktor global yaitu menguatnya angin pasat timuran yang berdampak pada penambahan massa uap air di Samudera Pasifik menuju ke wilayah Indonesia.

Sedangkan faktor regional, adanya konvergensi atau pertemuan angin di atas Jawa. “Akibat munculnya daerah tekanan rendah di barat Sumatra, suhu permukaan laut di pesisir selatan Jawa cukup hangat dengan anomali 1 sampai 2 derajat Celcius,” ujarnya.

Faktor ketiga yaitu topografi, utamanya dataran tinggi akan lebih mudah dan cepat dalam pembentukan awan. “Melihat tiga faktor tersebut maka potensi pembentukan awan hujan masih akan terjadi di wilayah DIY, hingga beberapa hari ke depan. Musim kemarau juga bukan berarti tidak ada hujan,” tambahnya.

Potensi hujan yang masih terjadi ini, kata dia, kepada masyarakat terutama petani diimbau untuk memperhatikan pola tanam. Menyesuaikan dengan kondisi iklim yang terjadi. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya