Bupati Ponorogo Minta Warga Berjuang Rita Lolos Hukuman Mati

Sunarwoto
02/6/2016 18:27
Bupati Ponorogo Minta Warga Berjuang Rita Lolos Hukuman Mati
(ANTARA)

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlisoni meminta seluruh warga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berdoa agar Rita lolos dari hukuman mati di Malaysia. Sebab, ia meyakini warganya yang bekerja sebagai tenaga kerja (TKW) di negeri jiran itu diyakini tidak bersalah. Rita diyakini hanya sebagai korban jaringan narkoba internasional.

"Untuk itu kita semua mari bersama-sama berdoa agar Rita, warga Ponorogo, bisa selamat. Lolos dari hukuman mati yang ditetapkan oleh pengadilan di Malaysia," kata Ipong, Kamis (2/6).

Selain mengajak berdoa, sambung Ipong, pihaknya juga mengajak kepada semua warga di bumi reog--sebutan Ponorogo--untuk melakukan gerakan pembelaan terhadap Rita, warga Desa Gabel Kecamatan Kauman. Itu bisa dilakukan melalui berbagai media, di antaranya melalui media sosial.

"Kita jangan diam. Mari kita semua melakukan pembelaan terhadap Rita. Pembelaan kita bisa di medsos secara beramai-ramai," tandasnya.

Sejak mendengar seorang warganya bakal dijatuhi hukuman mati karena tertangkap membawa sabu seberat 4 kilogram itu, Bupati Ponorogo juga secara intens minta bantuan kepada pemerintah pusat, baik itu kepada Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Tenaga Kerja.

"Kita tahu bahwa kasus uang menjerat Rita cukup berat. Untuk itu semoga pemerintah kita bisa melakukan diplomasi yang maksimal dengan pemerintah Malaysia. Kita itu yang terpenting dalam penyelamatan Rita dari vonis mati di Malaysia," ujarnya.

Sementara itu, keluarga Rita di Desa Gabel Kecamatan Kauman tampak menutup diri. Mereka selalu menghindar ketika didatangi wartawan.

"Sejak mendengar kabar Rita bakal dihukum mati di Malaysia itu keluarganya sangat tertutup. Jangankan kepada wartawan, kepada tetangga yang sudah kenal saja tidak mau bicara jika yang ditanya soal Rita," kata sejumlah tetangganya. (ST/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya