PEMBANGUNAN jalan lingkar utara Pekalongan-Batang dan jalan tol Pemalang-Semarang, Jawa Tengah, akan digarap dalam waktu bersamaan tahun ini. Pembebasan tanah masih menjadi kendala.
Pembangunan jalan lingkar dan tol dilakukan karena ruas jalan pantura dari Semarang-Brebes sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas. Selain karena keterbatasan jalur yang ada, volume kendaraan di jalur pantura juga mencapai sekitar 20 ribu unit per hari.
Pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Tengah sesuai harapan pemerintah yang mendukung pertumbuhan jalan raya. Saat ini proyek tol Pejagan (Brebes)-Pemalang masih tahap penimbunan tanah, pengerasan, dan pembuatan jembatan. Proses pembebasan lahan pun masih dalam proses penyelesaian.
Rencana pembangunan tol Pemalang-Batang-Semarang sepanjang 114 kilometer masih terkendala pembebasan lahan dan investor. "Kita pastikan tahun ini pembebasan untuk tol Pemalang-Batang-Semarang selesai karena saat ini masih dalam tahap penyelesaian," kata Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah, Ronny Kusuma Yudistiro, kemarin.
Pembangunan tol Pemalang-Batang sepanjang 39 km dan Batang-Semarang sepanjang 75 km sudah terkatung-katung sejak delapan tahun. Pemerintah berencana mengambil alih proses setelah tidak ada investor. Menurut Ronny, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp1,5 triliun untuk penyelesaian proyek itu.
Direktur Bina Teknik, Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Subagyo, sebelumnya di Batang mengatakan untuk percepatan realisasi pembangunan jalan tol tersebut, Kementerian PUPR mengambil alih proyek tersebut.
"Kita segera selesaikan proyek jalan tol Pemalang-Semarang. Diusahakan masalah pembebasan sesegera mungkin dan selesai sebelum Lebaran," kata Subagyo.
Dia mengungkapkan terkatung-katungnya pembangunan jalan tol itu karena investor terbentur masalah finansial sehingga tidak mampu menuntaskan pembebasan lahan.
Jalan lingkar Untuk pembangunan jalan lingkar utara Pekalongan-Batang, pemerintah telah menganggarkan dana Rp32 miliar. "Kita akan selesaikan tahun ini pembebasan lahannya. Kita sudah anggarkan dana Rp32 miliar untuk jalan lingkar utara yang melintasi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang," sambung Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad.
Menurut Basyir, pembangunan jalan lingkar itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dalam kota, sekaligus mengembangkan daerah pesisir. "Saat ini untuk pembangunan jalan lingkar masih menunggu penyelesaian administrasi kesepakatan tiga kepala daerah yang wilayahnya akan dilintasi. Untuk pembangunan selanjutnya ditanggung Pemprov Jateng dan pusat," papar Basyir.
Pada bagian lain, jalan lingkar utara di pantura Jawa Tengah bagian barat terbengkalai. Jalan lingkar utara Brebes-Tegal sepanjang 17 km itu didanai secara patungan antara pemerintah pusat dan Bank Dunia. Biaya untuk pembangunan jalan lingkar utara itu Rp205 miliar. Pembangunan jalan terhenti sejak 2005, dan hanya tercapai 48%.
"Saya akan berusaha mempercepat proses pembangunan jalan lingkar Brebes-Tegal ini, baik dengan melakukan pembicaraan dengan Kementerian PUPR maupun Mahkamah Agung karena ada gugatan di sana," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menanggapi mandeknya pembangunan jalan lingkar utara Brebes-Tegal.
Jalan lingkar di pantura yang sudah selesai pembangunannya dan telah dilalui kendaraan ialah Jalan Lingkar Pemalang, Jalan Lingkar Weleri (Kendal), dan Jalan Lingkar Kaliwungu (Kendal). (N-4)