Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ground breaking enam pembangkit Mobil Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 350 MegaWatt (MW) regional Sumatra di Air Anyir Bangka Provinsi Bangka Belitung, Rabu (1/6).
Presiden mengatakan ground breaking enam pembangkit MPP regional Sumatra tersebut dibangun di Bangka 2 x 25 MW, Belitung 1 x 25 MW, Paya Pasir Medan 3 x 25 MW, Nias 1 x 25 MW, Balai Pungut Duri 3 x 25 MW, dan Tarahan Lampung 4 x 25 MW, sehingga total keseluruhan 350 MW, dari program 35.000 MW di seluruh Indonesia.
Untuk Provinsi Bangka Belitung, lanjut Jokowi, menjadi prioritas, sebab tahun lalu sewaktu dia berkunjung masyarakat setempat mengeluhkan listrik yang selalu byarpet.
"Babel ini saya prioritaskan 2 x 25 MW dan Belitung 1 x 25 MW, sekarang pengerjaannya sudah 15%," kata Presiden.
Rencananya, MPP yang menggunakan Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) di Bangka berdaya 2 x 25 MW akan rampung pada akhir September 2016.
"Akhir September ini MPP Bangka berdaya 2 x 25 MW akan rampung dan tidak akan ada lagi masyarakat yang mengeluh byarpet," ujar Jokowi.
Ia menegaskan, jika hingga akhir September ini MPP Bangka juga belum selesai untuk segera dilaporkan kepadanya. "Akan saya kawal terus, kalau nanti tidak selesai lapor saya," ucap Presiden di samping Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.
Lebih jauh Jokowi menjelaskan, salah satu alasan pemerintah lebih mengutamakan energi listrik MPP, karena pembangunannya lebih cepat yakni 6 bulan, sedangkan jika menggunakan batu bara akan memakan waktu 4 hingga 5 tahun.
"Kebutuhan listrik kita ini mendesak, banyak investor tidak mau menanamkan investasinya karena listrik, nah dengan MPP dalam jangka waktu 6 bulan kebutuhan listrik akan terpenuhi, khususnya di Bangka Belitung, jadi tidak ada lagi masyakat yang mengeluh byarpet," katanya.
Sekarang ini, sambung Presiden, PLTU Air Anyir sedang uji coba daya listrik 30 MW. Jika MPP selesai, total daya listrik untuk Bangka akan bertambah 50 MW.
"Saya rasa dengan 80 MW, sudah bisa menerangi seluruh wilayah di Bangka," tutur Jokowi.
Presiden menambahkan, masalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sekarang ini masih dalam tahap hitung-hitungan untung ruginya. Sebab, masih banyak energi alternatif lainnya seperti mikrohidro, biotermal, dan angin.
"Kalau untuk PLTN saya rasa belum, kita masih hitung untung ruginya, kan masih banyak alternatif energi lainya," cetusnya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Rustam Efendi menyambut gembira dengan dibangunnya MPP berbahan bakar gas tersebut, sebab peluang investor untuk berinvestasi di wilayahnya kian terbuka.
"Ini wujud kepedulian Pak Presiden kepada provinsi kita, saya rasa keran investor untuk berinvestasi di Babel akan terbuka, terlebih seluruh rakyat tidak akan mengeluh listrik padam lagi, sebab daya tambahan sebesar 50 MW cukup untuk menerangi Bangka," ucap Rustam.
Dirut PLN Sofyan Basir menyatakan, pembangunan MPP itu sesuai Nawacita yang dituangkan dalam program 35.000 MW. Pemilihan pembangkit jenis MPP, menurut dia, untuk mempercepat rasio elektrifikasi di regional Sumatra dirasa tepat, mengingat waktu pembangunan pembangkit MPP yang relatif singkat, terlebih pembangkit ini menggunakan gas sebagai bahan bakarnya sehingga lebih ramah lingkungan.
"Kita targetkan operasional keenam pembangkit ini pada akhir tahun sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik di masyarakat," kata Sofyan. (RF/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved