Wujudkan Subang Sejahtera dengan Gapura

MI/Reza Sunarya
24/6/2015 00:00
Wujudkan Subang Sejahtera dengan Gapura
(MI/Reza Sunarya)
PEMERINTAH Kabupaten Subang, Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Ojang Sohandi meluncurkan lima program pembangunan yang dibingkai dengan nama Gerakan Pembangunan untuk Rakyat atau Gapura. Program ini menyasar bidang pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan tata kota.

"Gapura adalah jawaban pemerintah atas kebutuhan masyarakat," kata Ojang Sohandi. Program yang pertama ialah Gapura Permata atau Pemerintahan Bermartabat. Sasarannya ialah mewujudkan aparatur pemerintahan yang cerdas, lugas, dan tepercaya. Dalam bahasa Sunda diungkapkan dengan istilah Rancingeus-Motekar-Disiplin-Pinunggul-Jembar.

Yang kedua ialah Gapura Intan atau Infrastruktur Berkelanjutan. Ini ialah upaya meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan. Bupati Ojang mengangkatnya dengan istilah Jalan Leucir-Cai Ngalir-Lembur Caang ku Listrik-Padumukan Resik-Sasak Tohaga.

Program ketiga Gapura Emas menyasar ekonomi masyarakat, dengan tujuan mewujdukan ekonomi mandiri berbasis ekonomi kerakyatan dan keunggulan daerah. Orang Sunda menyebutnya dengan Leuga Leutak Pinuh Leuit- Gampang Cabakeun-Gampang Dahareun.

Gapura Perak berarti Pendidikan untuk Rakyat. Ini ialah program untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berilmu, religius, dan berbudaya. Warga mengenalnya dengan istilah Pinter-Singer-Disiplin-Baner-Bageur-Kuat Ahlak-Ngamumule Budaya.

Yang terakhir ialah Gapura Serasi, akronim dari Sehat, Rapi, Bersih, dan Indah. Dalam program ini, Bupati dan Pemkab Subang bertekad mewujudkan masyarakat yang sehat, rapi, bersih, dan indah dengan semangat gotong royong atau Walagri-Gampang Ngubaran-Berseka-Tumaninah.

"Kami ingin mengajak semua kalangan di Kabupaten Subang sama-sama dan saling mendukung mewujudkan lima program Gapura. Ini penting untuk mewujudkan Subang sebagai salah satu kabupaten termaju di Jawa Barat," lanjut Ojang Sohandi.

Bangun taman

Kabupaten Subang yang berpenduduk 1509.606 jiwa mengusung visi jangka panjang, yakni Terwujudnya Kabupaten Subang sebagai Daerah Agraris, Pariwisata, dan Industri yang Berwawasan Lingkungan dan Religius serta Berbudaya melalui Pembangunan Berbasis Gotong Rayong pada 2025. Dengan program Gapura, Bupati berharap masyarakat bisa lebih kompak dalam segala hal untuk membuat Subang menjadi daerah yang menjadi contoh pembangunan bagi kabupaten lainnya. Untuk mendukung program Gapura, setiap kantor pemerintahan, baik desa, kecamatan, maupun dinas diwajibkan untuk membangun gapura sebagai gerbang di pintu masuk.

Ojang mengaku inspirasi gapura ia dapat setelah melihat tugu warisan zaman Belanda, yakni P&T Land (Pamanoekan & Tjiasem-Land di Big House). Bentuk gapuranya unik dan telah menjadi satu-satunya simbol Kabupaten Subang yang tersisa.

"Tugu gapura itu memiliki tiga tahap. Pada tahap ketiga ada simbol padi, ini menjadi penanda bahwa Subang merupakan lumbung padi nasional," Jelas Ojang Sohandi.

Untuk daerah tercintanya ini, Bupati juga berjanji akan menyulap berbagai sudut kota yang semula tak terawat, dengan membangun taman-taman kota dan ruang publik. Pada tahap awal, pemkab sudah menyiapkan dana Rp6 miliar.

Kesempatan Subang untuk berkembang pun terbuka dengan dibukanya jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Subang pun menjadi kota lintasan, dengan dibukanya tiga pintu tol, yakni di Kaliangsana, Kalijati, dan Cilameri.

"Subang bisa menjadi kota lintasan sekaligus tujuan pelancongan. Peluang kami menjadi tujuan wisata sangat besar, dengan kemudahan infrastruktur," tegasnya.

Ke depan, Ojang optimistis sebelum menuju lokasi wisata Ciater dan Tangkuban Parahu yang selama ini menjadi ikon Subang, para pelancong luar daerah juga akan tertarik menikmati taman-taman kota di Subang. (N-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya