Semen Indonesia Waspadai Produk Tiongkok

(DY/HT/BB/N-2)
31/5/2016 00:20
Semen Indonesia Waspadai Produk Tiongkok
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

PT Semen Indonesia akan meningkatkan kapasitas produksi dari 31,8 juta ton menjadi 37,8 juta ton untuk mengantisipasi semakin ketatnya persaingan produk semen di pasar domestik. Sejak beberapa tahun terakhir, ada 11 pabrikan semen di Indonesia. "Semen Indonesia masih memegang market share tertinggi mencapai 44%. Namun, persaingan antarpabrikan semen di pasar domestik semakin ketat," kata Kepala Biro Komunikasi Semen Indonesia Sigit Wahono, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/5). Pada akhir 2016, Semen Indonesia akan menambah kapasitas produksi sebesar 6 juta ton dari pabrik di Rembang dan di Padang. Dengan demikian, produksi semen BUMN ini meningkat menjadi 37,8 juta ton. Perusahaan juga berencana membangun dua pabrik baru di Aceh dan Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat pasar wilayah barat dan titik distribusi pasar ekspor. Area Manager PT Semen Indonesia Outside Java, Ahmad Zen, menambahkan persaingan pasar semen di Kalimantan Selatan semakin ketat. "Penjualan Semen Indonesia mengalami penurunan dengan masuknya semen asal Tiongkok."

Dia menambahkan, pangsa pasar Semen Indonesia di provinsi ini mencapai 26% dari total kebutuhan pasar. Di Banjarmasin, PT Semen Indonesia membangun pabrik pengepakan dengan kapasitas 600 ribu ton semen per tahun. Jumlah itu diperhitungkan mampu menjamin ketersediaan pasokan semen di wilayah ini. Dari Sukabumi, Jawa Barat, sejumlah warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, berunjuk rasa menuntut penutupan pabrik semen Siam Cement Group alias PT Semen Jawa. Hadirnya pabrik semen asal Thailand tersebut dinilai warga lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap kenyamanan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya