PLTD Legon Pasok Listrik 24 Jam ke Karimunjawa

Haryanto
30/5/2016 13:17
PLTD Legon Pasok Listrik 24 Jam ke Karimunjawa
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Legon Bajak di Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Senin (30/5).

"Dengan PLTD berkapasitas 2x2 Megawatt tersebut, masyarakat di Karimunjawa kini bisa menikmati listrik 24 jam seperti saudara-saudaranya di Pulau Jawa," kata Gubernur yang didampingi Direktur Bisnis PT PLN Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, dan Sekda Jepara Sholih.

Menurut Gubernur, PLTD Legon Bajak melayani sambungan listrik 24 jam di dua pulau, yakni Karimun dan Kemujan. Pada 25 Mei lalu, pembangunan pembangkit di lahan sekitar 1 hektare itu telah dinyatakan layak operasi.

"Targetnya sebenarnya Juli baru operasional, ternyata bisa lebih cepat dua bulan. Terima kasih untuk PLN yang telah bekerja keras dan warga yang merelakan tanahnya untuk jadi pembangkit ini," kata Ganjar.

PLTD Legon Bajak dibangun PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN. Sempat mengalami kendala karena komponen pembangkit utama tidak tersedia. Akhirnya dicapai solusi dengan merelokasi PLTD dari Pontianak.

"Ini mesin relokasi dari Pontianak, tidak masalah, untuk sementara saja karena yang penting listrik bisa dinikmati dulu. Tolong dirawat, ini aset penting," tandas Ganjar.

Pembangunan listrik Karimunjawa, lanjut Ganjar, merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur kepariwisataan di Jateng. Setelah listrik, Pemprov Jateng akan membangun pelabuhan, menambah frekuensi pelayaran kapal, jaringan telepon, dan wifi.

"Perpanjangan landasan Bandara Dewandaru juga sedang progres sehingga nanti pesawat besar bisa mendarat, harapannya pariwisata meningkat," katanya.

Menurut Ganjar, Karimunjawa layak menjadi destinasi wisata unggulan Jateng, bahkan nasional. Masih banyak potensi alam yang belum dieksplorasi di kawasan yang terdiri dari 27 pulau itu.

Namun Ganjar mengingatkan perkembangan pariwisata seringkali menimbulkan kerawanan sosial. "Pariwisata berkembang, tapi awas risikonya. Banyak orang asing datang maka potensi masalah dari seks bebas, alkohol, narkoba, dan budaya asing. Ini harus dicegah sejak awal," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya