Harga Daging Sapi Terus Naik

Liliek Dharmawan
30/5/2016 05:00
Harga Daging Sapi Terus Naik
(MI/BENNY BASTIANDY)

PRESIDEN Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan bawahannya untuk menurunkan harga daging sapi. Akan tetapi, harga di pasaran hingga menjelang memasuki Ramadan belum sesuai dengan ekspektasi Presiden, yakni Rp80 ribu per kg. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di sejumlah pasar, harga daging sapi tercatat cenderung naik atau bertahan di harga tinggi. Di Pasar Induk Kota Banjarnegara, Jawa Tengah, misalnya, berdasarkan pengakuan seorang pedagang, Ahmad, 47, harga daging sapi naik sebesar Rp5.000-Rp10.000 per kg, atau menjadi Rp115 ribu per kg dari Rp105 ribu per kg. Harga daging sapi di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, naik dari Rp115 ribu menjadi Rp125 ribu per kg. Di beberapa pasar di Kota Karawang, Jawa Barat, harga daging sapi naik dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu/kg. Pedagang daging sapi di Pasar Telukjambe Kawarang, Cama, mengaku harga daging sapi naik karena mereka menggunakan sapi lokal.

"Kami enggak pakai yang impor, belinya sapi lokal sehingga harganya agak berbeda," terang Cama. Di Pasar Johar dan Pasar Baru Karawang, harga daging sapi bertahan di Rp110 ribu per kg. "Kami belum naikkan karena harga sapi potong per ekornya masih normal," ujar pedagang Pasar Johar, Fajri. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim Ardhi Prasetyawan mengungkapkan rencana penurunan harga daging sapi berpotensi memberatkan Jatim sebagai salah satu sentra peternakan sapi. "Kalau strategi membuat harga di luar bisa turun, pasti di Jatim otomatis turun," tukas Ardhi.

Di sisi lain, Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Sutadi mengatakan Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah menghentikan pasokan sapi dari Provinsi Gorontalo untuk memastikan sapi kiriman terbebas dari virus antraks. Saat ini harga daging sapi mencapai Rp120 ribu per kg, atau naik Rp20 ribu per kg. Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Kota Balikpapan Yos Mianto memastikan menghentikan pasokan sapi dari Gorontalo karena terinfeksi virus antraks. Dia pun mengimbau masyarakat membeli daging beku yang harganya lebih murah daripada daging sapi segar, yakni Rp90 ribu per kg.

Persediaan kurang
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan mengakui Sukabumi kekurangan stok daging sapi dan telur ayam karena tingkat konsumsi melebihi stok yang ada. Karena itu, lanjut dia, pemerintah mengandalkan pasokan daging sapi beku dan daging sapi segar dari daerah lain. Dia menambahkan, untuk telur ayam, stok 1.590 ton, sedangkan kebutuhan jelang Ramadan mencapai 2.095 ton. Hanya, Iwan ragu untuk mengambil telur ayam dari daerah lain. "Kalau harganya terlalu murah, kami khawatir merusak harga pasar." (AT/YK/BB/FL/CS/LD/JS/SY/AD/MR/AU/FL/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya