Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR tiap tahun bencana kematian ikan terjadi di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Dituding, karena sampah dan bekas keramba jaring apung (KJA) dan faktor alam.
Sebelumnya, pada 2015, sekitar 175 ton ikan di Danau Maninjau mati mendadak dengan kerugian sekitar Rp3 miliar. Pada 2014, sebanyak 1.087,38 ton ikan mati, 2013 delapan ton, pada 2012 sebanyak 300 ton, pada 2011 sebanyak 500 ton dan 2010 sebanyak 500 ton.
Untuk itu, masyarakat setempat bersama kepolisian, TNI, dan aparatur pemerintahan, melakukan gotong royong untuk membersihkan enceng gondok, sampah dan bekas KJA.
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Agam Edi Busti menjelaskan, gerakan bersih Danau Maninjau berlangsung dua hari yang difokuskan di enam titik.
"Hari pertama, (Sabtu, 28/5) di empat titik yakni, di Muko-Muko, Muara Tanjung, Talao dan Linggai. Pada Minggu (29/5), dua titik yakni di Bayur dan Sungai Batang," jelasnya, Minggu (29/5).
Ia menjelaskan, dalam membersihkan ini ada tiga hal yang dilaksanakan yakni eceng gondok, sampah domestik dan keramba jala apung yang kosong. "Pembersihan yang dilakukan ini sasarannya bagaimana kita untuk mengurangi pencemaran yang ada di Danau Maninjau," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, peralatan operasional yang digunakan, empat unit speed boat milik Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Agam. Lalu cangkul, tangguk, karung dan kontainer sampah dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Agam.
Bupati Agam Indra Catri berharap gotong royong yang dilakukan selama dua hari ini, dapat menyadarkan pemilik KJA untuk tidak lagi membuang bangkai ikan ke dalam perairan Danau Maninjau, seperti selama ini. Ia menandaskan, kebiasaan para nelayan di sekitar danau membersihkan sampah dan tanaman perusak lingkungan yang pernah ada harus dihidupkan kembali dan dilestarikan.
"Menurut informasi para tokoh masyarakat dan tetua adat, dulu nelayan kembali ke darat setelah mencari ikan dengan membawa sampah atau eceng gondok yang ditemukan di tengah danau. Kebiasaan ini harus dihidupkan kembali dan dlestarikan," bilangnya.
Pemkab Agam, katanya, juga sudah merancang program kerja pembersihan selama tiga tahun ke depan. "Untuk pembersihan Danau Maninjau tiga tahun ke depan, sudah ada kerangka kerjanya. Kami bekerja secara sistematis, terencana, dan didukung segenap elemen terkait," ujarnya.
Kapolres Agam AKB Eko Budhi Purwono yang memimpin aksi ini mengatakan Danau Maninjau milik bersama. Sebab itu, ujarnya, mari bersama jaga kebersihan dan kelestariannya sehingga historis tentang danau vulkanik itu akan kekal selamanya.
Gerakan ini, kata Eko, dinamakan Save Danau Maninjau. "Save Danau Maninjau untuk mengembalikan keseimbangan dan kelestariannya," ujar Eko.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto mengatakan, pembersihan Danau Maninjau secara terpadu, antara aparatur pemerintah dan instansi terkait. Pelaksanaan pembersihan ini sangat didukung penuh oleh pemerintah kabupaten Agam.
"Kegiatan ini sangat luar biasa karena memiliki fungsi ganda. Di samping untuk membersihkan Danau Maninjau, juga untuk memotivasi warga agar peduli terhadap lingkungan," tukasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved