UNTUK menghadapi fenomena El Nino, BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengimbau kepada petani untuk menyiapkan mesin pompa air.
Itu karena fenomena El Nino akan membuat musim kemarau bertambah panjang dan suhu udara semakin panas dan kering.
Petugas BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, menjelaskan berdasarkan data yang bersumber dari BMKG Pusat, Jakarta, El Nino pada Juni ini pada kondisi sedang atau moderate. Namun, kondisi itu berpeluang menguat pada bulan selanjutnya.
"Kondisi ini diprakirakan berlangsung hingga November nanti," katanya.
Dampak El Nino akan dirasakan di Sumatra Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jawa. "Tentu juga akan dirasakan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan," kata Ahmad.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Tahmid, menyatakan jika pihaknya sudah melakukan rakor dengan berbagai instansi terkait pada pertengahan Juni lalu. Antisipasi dilakukan dengan pembagian jadwal gilir giring air untuk seluruh daerah. Kegiatan gilir giring itu pun mendapatkan pengawalan dari berbagai pihak, baik dari dinas pertanian, UPTD Pengairan, maupun anggota Babinsa TNI.
Di bagian lain, untuk menghadapi musim kemarau ini, Dinas Pertanian Klaten, Jawa Tengah, menyiapkan 4.906 pompa air untuk mengairi lahan padi dan palawija.
Pompa air tersebut dikelola kelompok tani di 26 kecamatan. Untuk mengantisipasi kekeringan, mesin penyedot air tanah itu kini siap dioperasikan.
"Dinas Pertanian telah meminta agar pompa air di kelompok tani disiapkan untuk menghadapi kemarau ini," kata Kasi Sarana Prasarana Wahyu Wardana, kemarin.
Adapun Pemkab Wonogiri, Jawa Tengah, membutuhkan kucuran dana Rp43 miliar dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, dan Giritontro. Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, kemarin, mengatakan dana itu bakal digunakan untuk mengalirkan sumber air di Banyutowo sehingga tiga kecamatan di wilayah selatan itu tidak lagi krisis air saat kemarau. (UL/JS/WJ/N-2)