SEJUMLAH jalur alternatif di wilayah Kabupaten Cirebon hingga kini masih terlihat rusak parah. Perbaikan jalan ditargetkan selesai H-10.
Berdasarkan pantauan, jalan alternatif yang terlihat rusak di antaranya terlihat di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Yaitu meliputi jalur Gebang-Babakan-Pabuaran, jalur Sindanglaut-Pabuaran, jalur Pabuaran Ciledug, dan jalur Sindanglaut-Ciawigajah.
Di beberapa titik, aspal di jalur tersebut sudah terlihat mengelupas sehingga menyisakan batu kolar bercampur kerikil yang berserakan. Bahkan di sepanjang jalur itu pun dipenuhi dengan jalan berlubang dengan kedalaman bervariasi hingga mencapai 50 cm dan diameter 30 cm.
Kepala Bidang Peningkatan Jalan Dinas Bina Marga Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto, kemarin, menjelaskan awal Juni ini pihaknya sudah mengeluarkan surat perintah kerja (SPK) untuk 27 paket kegiatan. "27 paket kegiatan itu merupakan peningkatan jalur alternatif yang selama ini dilalui pemudik," katanya.
Sedikitnya ada 13 jalur alternatif yang ditetapkan sebagai jalur mudik. "Dari 13 jalur tersebut, 7 jalur yang rusak berat," tambah Gatot.
Di sisi lain, Kasatlantas Polres Cirebon, AKP Erwinsyah, mengungkapkan bahwa beban lalu lintas di jalur pantura memang akan berkurang dengan beroperasinya Tol Cipali. "Namun, di saat terjadi kepadatan di jalur tol, jalur pantura tetap akan digunakan," katanya.
Kendaraan pribadi yang melewati jalur tol akan dialihka ke jalur pantura atau jalur alternatifnya jika terjadi kepadatan di beberapa titik. Sehingga sangat dibutuhkan jalan yang mulus untuk menunjang arus mudik dan balik tahun ini.
Kondisi jalan yang belum mulus terpantau di ruas jalan Pangleseran Cibatu di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi jalan masih rusak, mengakibatkan banyak pengendara maupun warga yang mengeluh kondisi tersebut.
Panjang ruas jalan Pangleseran-Cibatu sekitar 6 kilometer. Dinas Bina Marga setempat tahun lalu mengerjakan proyek pengaspalan sepanjang 700 meter.
Di Tasikmalaya, perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh. Jalan sepanjang 980 kilometer diperbaiki hingga H-7 Lebaran. "Kalau ada anggaran dari Pusat dan Provinsi dipastikan semuanya akan tuntas. Jika tidak ada anggaran hanya bisa dilakukan dengan cara tambal sulam," kata Kepala Dinas Binamarga, Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Alamsyah, kemarin. Gunakan jembatan timbang Masih terkait arus mudik, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menyiapkan 8 titik jembatan timbang yang ada di Jawa Barat akan dijadikan rest area untuk pemudik. Di antaranya, di daerah Gentong, Sindang Raya, dan Bojong.
Kadishub Jabar Dedi Taufik mengatakan bahwa langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari edaran menteri, bahwa H-7 Lebaran, jembatan timbang harus difungsikan sebagai rest area. "Kan udah ada edaran dari menteri, H-7 bahwa jembatan timbang difungsikan sebagai rest area," kata Dedi di Bandung, kemarin.
Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait. Dilakukan pengaturan sehingga jembatan timbang nyaman digunakan untuk istirahat pemudik.
Dari wilayah pantura Brebes, Jawa Tengah, sejumlah pasar tumpah diprediksi masih akan menjadi titik kemacetan yang bisa menghambat arus mudik Lebaran. Sejumlah pasar tumpah yang bakal terjadi antara lain Pasar Losari, yang berada tepat di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, Pasar Tanjung, Pasar Bulakamba, Pasar Induk Brebes, serta Pasar Limbangan. (BB/AD/AM/JI/FL/N-2)