Daerah Mulai Gelar Operasi Pasar

MI/ARIEF PRATAMA
23/6/2015 00:00
Daerah Mulai Gelar Operasi Pasar
(ANTARA/NOVRIAN ARBI)
UNTUK mengendalikan harga-harga pokok pangan selama Ramadan, sejumlah daerah menggelar operasi pasar murah. Operasi pasar yang digelar tahun ini sejalan dengan peraturan presiden yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo dalam menstabilkan harga.

Di Jawa Barat, pemerintah provinsi setempat kembali mengadakan operasi pasar yang keempat kalinya di wilayah tersebut pada Jumat (26/6). Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan operasi pasar yang digelar sejak 2012 sangat efektif membantu warga miskin di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pada tahun keempat pelaksanaan operasi pasar ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar menargetkan rumah tangga miskin. "Target operasi pasar ini ialah rumah tangga miskin. Kegiatan ini dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat dengan alokasi dana Rp10 miliar," kata Kepala Disperindag Ferry Sofwan Arief, kemarin.

Ia mengakui angka penyerapan anggaran subsidi operasi pasar sejak 2012 tidak maksimal, bahkan tidak mendapat respons positif. Dari anggaran Rp10 miliar sejak 2012, penyerapan tahun pertama dan kedua hanya sekitar Rp500 juta. "Ini disebabkan respons dari kabupaten dan kota yang menyelenggarakan operasi pasar belum maksimal," ungkapnya.

Berdasarkan data 2014, kegiatan operasi pasar diikuti 19 kabupaten dan kota, sedangkan 8 kota/kabupaten lainnya tidak mengikuti karena harga bahan pokok tidak terlalu bergejolak.

Adapun komoditas yang dijual dengan harga subsidi dalam operasi pasar tahun ini ialah beras Rp5.500 per kg, gula Rp5.500 per kg, minyak goreng Rp7.000 per kg, telur Rp10 ribu per kg, dan daging sapi Rp50 ribu per kg.

Sebanyak 5.000 hingga 8.000 kepala keluarga menjadi target penerima operasi pasar. Setiap penerima akan mendapatkan 5 kg beras, 3 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 kg telur, dan 1 kg daging sapi.

Operasi pasar juga dilakukan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Anggaran yang disediakan sebesar Rp367 juta untuk operasi pasar selama 12 hari di 48 titik.

Hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Temanggung. Pemkab setempat menyiapkan anggaran sebesar Rp135,6 juta untuk menyelenggarakan pasar murah di 20 kecamatan. Enam komoditas yang dijual di pasar murah ialah beras, gula, minyak, tepung terigu, telur, dan sirup.

Tidak ketinggalan, Pemprov Sulawesi Selatan juga akan menggelar pasar murah di lima kabupaten, yakni Bulukumba, Bone, Palopo, Parepare, dan Kota Makassar.

Meski tidak masuk daftar, Pemkab Maros melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) juga menggelar pasar murah di 14 kecamatan. Kepala Dinas Koperindag menyatakan sebanyak 1.500 paket berisi minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir dijual dengan diskon 40% di pasar murah.

Sementara itu, di Surakarta dan Yogyakarta, harga kebutuhan pokok masih stabil. Kabid Perdagangan Kota Yogyakarta Sri Harnani menyatakan pihaknya belum akan menggelar operasi pasar karena stabilnya harga kebutuhan pokok.

Daging sapi
Meskipun pemerintah terus menggenjot operasi pasar untuk mengendalikan harga, masih ada harga komoditas pangan yang cukup tinggi. Seperti harga daging sapi di Pasar Kliwon, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih tinggi. Daging sapi super dari Rp90 ribu naik menjadi Rp95 ribu per kg. Irianti, penjual daging sapi di Pasar Kliwon, mengatakan pembeli daging menurun sejak awal puasa.

Sebaliknya, di Sukabumi, Jawa Barat, harga daging ayam turun dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. (N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya