BKSDA Evakuasi Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi

Yose Hendra
26/5/2016 21:15
BKSDA Evakuasi Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi
(ANTARA)

TIM Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) diterjunkan ke Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengevakuasi harimau sumatra (Panthera Tigris) yang terjerat perangkap babi.

"Tim sudah kita turunkan pagi tadi, dan dilengkapi dengan paramedis. Siang ini, juga sudah kita tambah lagi dengan mengirim dokter hewan," ujar Kepala BKSDA Sumbar Margo Utomo, Kamis (26/5) petang.

Ia mengaku baru mendapat laporan dari tim penyelamat tentang adanya harimau sumatra yang menjadi korban perangkap milik warga.

"Saya menduga harimau tersebut terjerat malam sebelumnya. Karena harimau mencari makan pada malam hari," tambahnya.

Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, Margo mengatakan, posisi harimau terjerat tersebut di antara hutan lindung dengan kebun masyarakat di Tarusan.

"Tim juga melaporkan, kalau harimau tersebut masih hidup. Jarak 200 meter, harimau masih mengaum yang terdengar keras. Maka tim belum berani mendekat," jelasnya.

Hingga sore ini, Margo mengatakan, belum bisa mendapat kelanjutan evakuasi karena tidak ada sinyal untuk berkomunikasi.

Sementara itu, Kepala Satuan Hutan BKSDA Sumbar Zulmi Gusrul mengatakan harimau tersebut terjerat perangkap Rabu (25/5) kemarin. Memang sengaja dipasang warga untuk menangkap babi hutan. "Namun, tidak sengaja yang terjerat malah harimau," ujarnya.

Ia menjelaskan, jarak dari jalan raya Pesisir Selatan ke lokasi itu dengan cara jalan kaki menempuh waktu tiga jam. Menurut dia, jika didapati kondisi harimau mengalami luka parah, rencananya akan segera dibawa ke kebun binatang di Bukittingi untuk diobati.

"Jika tidak cedera, akan dicari alternatif lain, bisa juga dilepas ke habitatnya. Kita akan bicarakan nanti dengan Kepala BKSDA Sumbar," tukasnya. (YH/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya