Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu bangunan rumah joglo di kawasan Vila Gant Hay di Kampung Gentong RT 23/08 Desa Sukasari Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (26/5) sekitar pukul 15.30 WIB, ambruk. Satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka.
Saat kejadian, bangunan tersebut tengah digunakan kegiatan seminar mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sedang kuliah kerja mahasiswa dengan tema pengasuhan anak kepada masyarakat setempat.
Bangunan berukuran sekitar 6 meter x 8 meter itu tiba-tiba ambruk tanpa diketahui penyebabnya. Puluhan ibu-ibu rumah tangga dan anak kecil yang menjadi peserta dalam kegiatan itu berhamburan keluar.
Salah seorang anak diketahui bernama Noval, 10, tewas di lokasi kejadian karena tertimpa reruntuhan material bangunan. Pada bagian kepalanya ditemukan luka memar akibat tertimpa reruntuhan material bangunan yang didominasi kayu jati itu.
Hingga saat ini, aparat kepolisian setemapat dan TNI masih berupaya menyingkirkan reruntuhan karena dikhawatirkan masih terdapat korban lainnya.
"Korban anak kecil yang meninggal dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk divisum," kata Kapolsek Cisaat Komisaris Warsito kepada wartawan, Kamis malam.
Berdasarkan data sementara, selain korban meninggal dunia, terdapat juga korban luka sebanyak 10 orang. Mereka mengalami patah kaki dan luka lainnya pada bagian tubuh.
"Mereka sedang mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit. Kita masih terus mendata. Bisa saja bertambah," ungkap Warsito.
Saat ini, sebanyak 31 mahasiswa UNJ yang sedang melakukan kuliah kerja mahasiswa masih dimintai keterangan di Mapolsek Cisaat. Beberapa orang di antara mereka masih syok. "Yang lainnya sudah mulai tenang," terangnya.
Kepala Desa setempat, Usman Rusman, mengatakan vila tersebut sering dijadikan tempat mengadakan berbagai acara. Apalagi, pemiliknya yang ramah membuat banyak orang berminat mengadakan acara di tempat itu. "Vila itu milik Pak Odang," jelasnya.
Hanya saja, dia menyayangkan tidak adanya pemberitahuan dari mahasiswa yang mengadakan kuliah kerja mahasiswa. Namun, dia sempat mendengar bahwa ada kegiatan mahasiswa di vila tersebut. "Saya tidak terima laporannya," jelasnya.
Usman berharap agar ke depan setiap kegiatan kemahasiswaan, setidaknya bisa melaporkan terlebih dahulu kepada aparat desa setempat. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa terkoordinasi dengan baik. "Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini," pungkasnya. (BB/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved