Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam kantong darah yang ada di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, diketahui terkontaminasi HIV sehingga berbahaya dan harus dimusnahkan.
Kabid Pelayanan UDD PMI Kabupaten Madiun, Dony Dwi Setyawan, di Madiun, Rabu (25/5), mengatakan, temuan itu diketahui melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Tranfusi Darah (IMLTD) yang dilakukan petugas di PMI setempat.
"Itu merupakan temuan terbaru terhadap 1.070 stok kantong darah yang terkumpul sepanjang April kemarin," ujar Dony Dwi kepada wartawan.
Menurut dia, temuan enam kantong darah yang terindikasi mengadung virus HIV pada April tersebut merupakan yang terbanyak hingga pertengahan 2016. "Rata-rata, per bulan temuan kantong darah yang terkontaminasi HIV hanya satu hingga dua kantong saja. Namun, April tahun ini yang terbanyak, mencapai enam kantong," kata dia.
Selain temuan enam kantong darah yang terindikasi terjangkit HIV, delapan kantong darah juga terindikasi terjangkit virus hepatitis B. Sedangkan dua kantong lain terindikasi terjangkit virus hepatitis C. Adapun 10 kantong lainnya terindikasi terjangkit bakteri sifilis.
Dony menjelaskan, temuan kantong darah yang terkontaminasi virus penyakit berbahaya bukan hasil akhir diagnosis. Setelah itu masih diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut dari si pemilik darah untuk memastikan.
Sementara pada Mei, temuan kantong darah yang terindikasi terjangkit penyakit yang berbahaya tersebut mengalami penurunan. Hingga 19 Mei, UDD PMI Kabupaten Madiun hanya mendapati empat kantong darah yang terindikasi terjangkit hepatitis B. Adapun yang terindikasi bakteri sifilis hanya satu kantong. Untuk temuan hepatitis C dan HIV sejauh ini masih kosong.
Sedangkan pada Maret 2016, total ada 39 kantong darah yang terpapar penyakit. Rinciannya, 13 kantong darah terkontaminasi virus hepatitis B, 17 kantong hepatitis C, dan sembilan kantong lainnya terjangkit bakteri sifilis.
Dan pada Februari, jumlah kantong darah yang terkena virus hepatitis B sebanyak 21 kantong, hepatitis C 10 kantong, sifilis terdapat tujuh kantong, dan HIV dua kantong. Sedangkan di Januari ditemukan 16 kantong terjangkit virus hepatitis B, 15 kantong terjangkit virus hepatitis C, tiga kantong terkena sifilis, dan satu kantong HIV.
Dony menambahkan, setiap bulan PMI Kabupaten Madiun selalu memusnahkan puluhan kantong darah yang terindikasi terjangkit virus dan bakteri tersebut. Puluhan kantong darah berpenyakit itu pun akan dimusnahkan di limbah medis yang berada di Surabaya.
"Atas temuan tersebut, kami memanggil si pendonor yang terjangkit penyakit dan memberikan penjelasan. Untuk pengobatan bisa dilakukan di dokter maupun rumah sakit. Dan secara otomatis, yang bersangkutan dilarang melakukan donor darah kembali," pungkasnya. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved