RATUSAN hektare sawah tadah hujan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai dilanda kekeringan.
Sawah itu sulit diselamatkan karena jarak dengan saluran irigasi terdekat sangat jauh.
"Harapan kami satu-satunya adalah menyedot air dari sungai. Semoga dalam waktu dekat ini air di sungai masih terus ada sehingga bisa dialirkan ke sawah," kata pengurus Kelompok Tani Sida Mulya di Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Supardi, kemarin.
Sekretaris Desa Jambu Aji Satriyanto mengatakan sawah di beberapa dusun di wilayahnya merupakan tadah hujan.
"Kami berharap Pemkab Banyumas memberikan dukungan sarana dan prasarana irigasi sehingga petani tidak kesulitan air saat memasuki kemarau," tuturnya.
Di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, selain sawah yang mengering, warga pun mengalami krisis air bersih karena air sumur menipis.
"Sudah sekitar 70% penduduk yang mengalami krisis air. Dalam beberapa hari ke depan, warga harus pergi ke sungai untuk mendapat air," kata Kepala Desa Sawangan, Karsim AM.
Di Sukabumi, Jawa Barat, pemkab berencana mengembangkan model gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GP-PTT) kedelai di lahan seluas 5.486 hektare.
Lahan tersebar di 20 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
"Pengembangan model GP-PTT kedelai ini merupakan salah satu upaya mengejar target swasembada kedelai dan mengurangi ketergantungan
terhadap kedelai impor," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan
Kabupaten Sukabumi, Sudrajat.
Gerakan tersebut mendapat sambutan masyarakat.
Di Sukabumi Selatan, sebagian petani mengganti tanaman padinya dengan kedelai saat memasuki musim kemarau.