Korban Awan Panas Sinabung Jalani Amputasi Kaki

Puji Santoso
25/5/2016 15:53
Korban Awan Panas Sinabung Jalani Amputasi Kaki
(ANTARA)

SATU dari dua korban kritis akibat erupsi Gunung Sinabung terpaksa menjalani operasi untuk mengamputasi kedua kakinya di RSUP H Adam Malik Medan. Korban atas nama Cahaya Beru Tarigan, 73, warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo harus kehilangan kedua kakinya karena mengalami kondisi yang sangat parah.

"Untuk ibu Cahaya yang mengalami luka bakar 60 persen, kedua kakinya sudah diamputasi hari Selasa (24/5). Karena pada saat masuk rumah sakit
ini kondisi kakinya sudah hangus atau gosong. Sehingga, terpaksa harus diamputasi," ungkap Dr Utama Abdi Tarigan SPBP, selaku Dokter Penanggung Jawab Pasien RSUP H Adam Malik kepada wartawan di Medan, Rabu (25/5).

Dia mengatakan, tim medis sebelumnya sudah berusaha melakukan pertolongan kepada korban. Namun kondisi kaki korban yang sangat parah tidak memungkinkan lagi untuk tindakan lain selain melakukan amputasi.

Sebelum operasi, tim medis juga menurutnya sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga mengenai tindakan medis yang dilakukan tersebut.
Pascaoperasi, menurut dia, kondisi pasien sudah semakin membaik. "Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan saat ini sudah stabil," tuturnya.

Cahaya beru Tarigan ikut menjadi korban semburan awan panas Sinabung pada Sabtu (21/5) lalu di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa tersebut, 7 orang meninggal dunia dan dua kritis. Seorang korban kritis lainnya saat ini juga menjalani perawatan di ruang ICU RSUP H Adam Malik atas nama Cahaya Sembiring Meliala (75).

Sedangkan 7 korban tewas yakni Karman Meliala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nanin Boru Sitepu (50), Leo Perangin-angin (25), Mulip Ginting (45), Ersada Ginting (55) dan Ibrahim Sembiring (51). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya