Sinabung kembali Erupsi Besar

(PS/RZ/ LD/YH/N-3)
25/5/2016 03:40
Sinabung kembali Erupsi Besar
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

GUNUNG Sinabung kembali mengeluarkan awan panas dengan luncuran mencapai 3,2 kilometer, Selasa (24/5) pagi. Kolom abu vulkanis tidak dapat diamati karena tertutup awan. Data yang diperoleh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, dengan luncuran awan panas ke arah tenggara-timur. PVMBG mengeluarkan imbauan agar seluruh warga di Kabupaten Karo untuk mengenakan masker, demi menghindari abu vulkanis yang disemburkan Gunung Sinabung. Erupsi Gunung Sinabung yang cukup besar itu membuat para pengungsi makin terpuruk. Mereka mengaku akan lebih lama tinggal di pengungsian. “Sampai kini hidup kami di pengungsian kian tidak menentu. Kepada siapa lagi kami meminta bantuan, setelah ada rekan kami yang meninggal terkena awan panas Sinabung. Saat ini, kami dilarang mencari nafkah dengan bertani di lahan pertanian milik kami,” ujar Iwandi Sembiring, pengungsi dari Desa Sigaranggarang, Kecamatan Namanteran, Karo.

Ia bersama teman-temannya selama di pengungsian mengaku bekerja di ladang-ladang milik orang lain dengan upah Rp50 ribu per hari. Ladang yang mereka garap tidak jauh dari Sinabung. Namun, pada Minggu (22/5), lima teman Iwandi tewas setelah terkena awan panas saat bertani. Dari Subang, Jawa Barat, dilaporkan, pascabanjir bandang di Kampung Sukamukti, Desa Sukarti, Kecamatan Cisalak, penanganan tanggap darurat dilakukan selama tujuh hari, yaitu 23-29 Mei.
Fokus utama selama masa tanggap darurat ialah penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan perbaikan darurat dampak banjir bandang. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan hingga saat ini belum terbentuk BPBD untuk Kabupaten Subang. Penanganan bencana ditangani Satlak PB Kabupaten Subang yang tidak memiliki fungsi koordinasi termasuk komando dan pelaksana seperti BPBD. “Jumlah korban tewas pun tidak akurat. Saat ini korban tewas 6 orang, 5 orang luka berat, 2 orang luka ringan, dan 388 jiwa mengungsi,” jelas Sutopo. (PS/RZ/ LD/YH/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya