Sebagian Jalur Pantura belum Siap Dilalui

AKHMAD SAFUAN
25/5/2016 03:30
Sebagian Jalur Pantura belum Siap Dilalui
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

MENJELANG Ramadan, perbaikan infrastruktur jalan utama dan jalur alternatif di pantura Jawa Tengah terus dikebut, agar bisa dilintasi kendaraan pemudik. Berdasar pemantauan Media Indonesia di pantura Jawa Tengah, Selasa (24/5), beberapa ruas jalur utama pantura Pekalongan-Demak masih bergelombang dan rusak. Demikian juga dengan beberapa jalur alternatif. Sementara itu, di sepanjang ruas Pekalongan-Batang, muncul lubang yang cukup banyak. Sebagian ruas jalan dikeruk, terutama di Jalan KH Mansyur, Jalan Slamet, Jalan Wilis, Jembatan Kartini, dan beberapa titik di Ponolawen. Kendaraan roda dua pun harus ekstra hati-hati saat melintas.

Hal yang sama terjadi ruas Semarang-Demak. Di sana terdapat lubang-lubang sambungan yang cukup mengganggu. Ruas Semarang-Grobogan, selain bergelombang dan pecah, juga sempit. Adapun pada jalur alternatif, seperti di Kota Pekalongan, tepatnya di Jl Ki Mangunsarkoro, Jalan Letjen Suprapto, dan Simbang Wetan, ditemukan lubang menganga cukup lebar. Kondisi yang sama juga terjadi di jalur alternatif Manggren-Onggorawe, Demak. “Saat ini jalur utama maupun jalur alternatif untuk arus mudik dan arus balik 2016 belum siap, karena adanya beberapa kerusakan di jalur-jalur tersebut. Ini harus segera diatasi untuk kelancaran, kenyamanan, dan keamanan pemudik,” ujar Kepala Satlantas Polres Kota Pekalongan Ajun Komisaris Alan Haikel, Selasa (24/5).

Di sisi lain, sejumlah ruas mulai diperbaiki dengan pembetonan di Subah, Kabupaten Batang. Perbaikan di ruas jalan itu pun sudah mendekati selesai. Sementara itu, ruas jalur utama Semarang-Grobogan, pada titik Mranggen dan Karangawen, Demak, sepanjang 1.325 meter juga mulai dikebut. Pengecoran badan jalan dilakukan siang dan malam, sehingga menimbulkan kemacetan panjang setiap hari. “Kita minta agar perbaikan dapat dipercepat karena cukup mengganggu lalu lintas dan menimbulkan kemacetan panjang,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, Fahrudin Bisri Slamet.

Kepala Satlantas Polres Demak Ajun Komisaris Yoppy Anggi Krisna, saat menanggapi masalah kemacetan, menyatakan pihaknya telah melakukan buka tutup. “Proses peninggian jalan dan pembetonan di Mranggen dan Karangawen telah berlangsung dua bulan, jadi pengendara bisa memakai jalur alternatif,” tambahnya. Alat pemberi isyarat Di Banyumas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika setempat segera memasang alat pemberi isyarat lalu lintas di Jalan Lingkar Sumpiuh. Ditargetkan, pada H-7 Lebaran, seluruh rambu lalu lintas telah terpasang, sehingga pengguna jalan lebih aman saat melewati jalur tersebut.

Dari Jawa Barat, dilaporkan, sejumlah ruas jalan nasional di Sukanbumi dan selalu menjadi jalur mudik terdeteksi rusak, tepatnya di wilayah Cicurug hingga Sukalarang. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang Thendy Hendrayana membenarkan bahwa sejumlah jalur strategis untuk mudik dalam kondisi rusak. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga agar mendekati arus mudik Lebaran bisa segera diperbaiki. Informasinya, saat ini masih proses lelang,” kata Thendy. (LD/BB/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya