Tumpek Wayang Bakal Sedot Wisatawan ke Bali

24/5/2016 23:27
Tumpek Wayang Bakal Sedot Wisatawan ke Bali
(ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

SELURUH kehidupan budaya masyarakat Bali adalah atraksi yang memikat, termasuk ritual keagamaan. Hal itu menjadi salah satu daya tarik Bali bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Termasuk diantaranya tradisi Tumpek Wayang. Tradisi yang akan digelar di setiap desa di Bali itu akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juni 2016.

"Itu akan menjadi daya tarik kami yang tidak akan pernah dilupakan para wisatawan, setiap desa akan melaksanakan Tumpek wayang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Agung Yuniartha.

Agung mengatakan, Tumpek Wayang adalah upacara bermakna sebagai hari kesenian. Hari tersebut dipercaya sebagai kelahiran berbagai jenis alat-alat kesenian semisal gender, gong, barong, wayang dan lainnya yang kerap digunakan untuk kepentingan hiburan.

"Upacara ini digelar pada tiap 6 bulan sekali dalam sistem pengkalenderan Bali atau tiap 210 hari sekali yang termasuk dalam rentetan Hari Raya Galungan. Semua alat musik akan keluar. Nah, di sini jadi daya tarik itu menjadi semakin kuat,” ujarnya.

Kegiatan ritual Tumpek Wayang juga disertai dengan hiasan yang indah seperti rangkaian janur (banten) dengan kombinasi bunga, makanan, dan buah-buahan.

"Namun bagi seniman dalang wayang kulit, atau keluarga yang mewarisi seperangkat wayang kulit dari leluhurnya menggelar kegiatan ritual secara khusus dengan wayang tersebut, ratusan ribu orang akan berkumpul saat acara tersebut di setiap desa, wisatawan nusantara maupun wisatawan asing akan bersatu menikmati ritual yang unik dan menarik itu,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar, Dr I Ketut Sumadi, masyarakat Bali amat sangat memegang teguh budayanya.

"Adanya prosesi ritual yang disebut Tumpek Wayang, hari baik dalam kelender Bali untuk melaksanakan kegiatan ritual yang bermakna untuk menghormati wayang kulit agar tetap mempunyai taksu (kharisma), sesuai watak dalam pementasan," ujar Ketut Sumadi. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya