Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINGINNYA terpaan angin laut yang menusuk tubuh tak dihiraukan para kru patroli kapal Bea dan Cukai BC 20008. Dengan tubuh menggigil, para kru patroli BC bersama petugas patroli dari Polair Sumut bahu-membahu mengintai di Selat Malaka. Maret lalu, mereka dikirim pangkalan Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri ke Sumatra Utara dan Aceh untuk turut serta mengatasi penyelundupan yang makin masif di perairan tersebut. Target tim gabungan saat itu ialah kapal penyelundup yang berasal dari Port Klang, Malaysia.
Tak cukup segelas kopi hangat guna meredam dingin yang menikam di perairan tersebut saat itu. Namun, kesabaran para penegak hukum membuahkan hasil. Kamis (10/3) malam mereka dapat mendeteksi adanya pergerakan di laut yang mencurigakan. Kendati lelah, kru dari Polair Polda Sumut dan BC mendeteksi adanya gerakan penyelundup. Semangat para kru terpantik untuk mengejar. Alhasil, petugas berhasil membekuk penyelundup muatan 2.000 muatan pakaian bekas ilegal (ballpress) dari Malaysia, yang dibawa dua kapal tanpa nama. Sialnya, salah satu kapal tersebut melarikan diri dan coba menghilang di balik rimbunnya hutan mangrove di sekitar perairan di Tanjung Balai Asahan, Sumut.
Satu kapal lain berhasil digiring ke pangkalan BC di Tanjung Balai Asahan, Sumut. Tentunya tanpa perlawanan. Namun, petugas gabungan tidak menduga satu kapal yang berhasil lolos itu membawa massa yang belakangan diketahui ialah preman sewaan, berjumlah sekitar 40 orang, lengkap dengan dipersenjatai parang, pisau, dan bom molotov. Aksi nekat mereka lakukan dengan menabrakkan kapal dengan kapal patroli BC 20008. Tak pelak, sebagian kru patroli terkejut karena tidak menyadari adanya serangan mendadak dari preman bayaran si pemilik barang.
Seperti cerita di film, aksi mereka layaknya penjahat di daerah tak bertuan, yang menghalalkan tindakan apa pun termasuk kekerasan. Hujan bom molotov diarahkan para preman ke kapal patroli BC 20008. Beberapa kru kewalahan menghadapi serangan massa di atas kapal dan terluka meski sudah mencoba mematikan api dari lemparan bom molotov. Kapal patroli pun nyaris hangus terbakar, tetapi segera diselamatkan anggota kru yang lain. Setelah melihat situasi seperti itu, kru kapal patroli BC segera mengambil tindakan dengan menembakkan senjata ke udara beberapa kali guna mengusir para penyerang. Sayang, itu tak mempan. Polair Sumut yang kebetulan sedang melakukan pengawasan menjawab nada panggilan dari kapal patroli BC 20008 dan segera datang ke tempat kejadian.
"Aksi penghadangan oleh sekelompok massa dari Tanjung Balai Asahan tersebut menandakan bahwa tindakan para penyelundup sudah semakin berani. Anggota kami sempat terluka, dalam keadaan terluka masih sempat memberikan tembakan peringatan," kata Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Khusus Kepri, R Evy Suhartantyo. Kenekatan para penyeludup juga terjadi saat petugas BC menggagalkan penyelundupan rokok putih asal Vietnam di perairan Selat Riau sekitar 1.380.000 batang senilai Rp500 juta. Modus yang digunakan ialah dengan melakukan ship to ship di perairan East OPL, Selat Philips Singapura.
Barang tersebut dibawa masuk ke Indonesia dengan menggunakan speedboat berkecepatan tinggi nekat menabrakkan speedboat ke kapal Patroli Bea Cukai sehingga merusak haluan kapal patroli. "Akan tetapi, petugas sudah terlatih dan berhasil menggiring pelaku ke arah pantai sehingga kandas dan tidak dapat bergerak lagi. Sebanyak lima pelaku berhasil diamankan dan saat ini sedang dimintai keterangan oleh unit penyidikan," jelas Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri di Tanjung Balai Karimun, Parjiya. Sebelumnya di perairan Tanjung Dato, Tembilahan, pelaku penyeludupan juga menghindar dari kejaran petugas dengan cara membuang muatan rokok dan menabrakkan kapalnya ke arah kapal petugas. (Hendri Kremer/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved