Konsumsi Pangan Masyarakat Surakarta Rendah

Ferdinand
24/5/2016 16:58
Konsumsi Pangan Masyarakat Surakarta Rendah
(Iustrasi)

KUALITAS konsumsi pangan masyarakat di Kota Surakarta, Jawa Tengah masih jauh dari ideal. Hal itu terindikasi dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang masih berada di kisaran 80,8%.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Surakarta, Kentis Ratnawati mengungkapkan fakta tersebut dalam sambutannya pada acara sosialisasi PPH di Pendapo Gede Balai Kota, Selasa (24/5).

Data tersebut, lanjut Kentis, diperoleh melalui serangkaian suvei yang dilakukan pihaknya belum lama ini. Ia mengakui fakta tersebut sangat
memprihatinkan. "Angka itu bahkan lebih rendah dibandingkan dengan 2014 yang mencapai 90,3%," katanya.

Padahal, hal tersebut akan akan berdampak langsung pada upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif. Sebab itu, ke depan pihaknya akan lebih menggencarkan lagi upaya penyuluhan kepada masyarakat.

"Selain penyuluhan, kami juga akan membentuk kelompok-kelompok untuk mendukung gerakan pola pangan harapan tersebut. Salah satunya adalah kelompok tanam sayuran," katanya.

Kentis juga mengakui, selain masih rendahnya kesadaran masyarakat kondisi perekonomian warga juga bisa menjadi penyebab rendahnya kualitas pangan ini. Daya beli masyarakat yang menurun berbanding lurus dengan kemampuan mereka memenuhi standar gizi pangan yang dikonsumsi.

Kepala Seksi Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Sribroto Rini menyatakan, persoalan rendahnya kualitas konsumsi pangan itu tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga secara nasional. Fakta menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat negara dengan gizi pangan terburuk di dunia.

Hal itu terindikasi dari masih tingginya angka balita dengan berat dan tinggi badan tidak sesuai usia yang berada di kisaran 37%, obesitas 12%, dan kekurusan 11%. "Idealnya satu orang mengonsumsi 2000 kilokalori dan 52 gram protein per hari. Kondisi itu sekarang belum tercapai," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya