Mengantar Akik Sukabumi untuk Menyapa Rusia

MI
20/6/2015 00:00
Mengantar Akik Sukabumi untuk Menyapa Rusia
(MI/Benny Bastiandy)
BATU akik menjadi sebuah fenomena baru bagi warga Indonesia. Demam batu jenis blue oval, mizone, bacan, dan berbagai jenis lainnya pun tidak hanya melanda kalangan dewasa, tetapi juga remaja dan anak-anak.

Kondisi tersebut memicu terjadinya peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam bisnis tersebut. Pun di Sukabumi, Jawa Barat, arus distribusi jual-beli batu akik melonjak tajam. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan tingginya frekuensi transaksi pengiriman paket batu akik melalui jasa PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi dalam kurun beberapa bulan terakhir.

"Tidak hanya pengiriman untuk domestik saja, tetapi juga hingga ke luar negeri. Jadi, paket batu akik itu masih dalam bentuk bongkahan bukan dalam bentuk jadi. Nah, dalam kurun beberapa bulan terakhir, kami sering mengirimkan paket batu akik itu sekitar 200-300 kilogram setiap hari," kata Manajer Pemasaran PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi Firmansyah, kemarin.

Untuk wilayah domestik, kata Firmansyah, tujuan pengiriman merata di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti ke daerah Sulawesi, Sumatra Barat, Bengkulu, Sungai Dareh, dan sejumlah wilayah lainnya di Jawa Barat. Pengiriman ke luar negeri didominasi ke negara Australia, Tiongkok, serta Rusia.

Pengiriman paket barang apa pun melalui PT Pos Indonesia relatif cepat, tergantung jenis layanan yang dipilih. Pengiriman domestik rata-rata membutuhkan waktu satu sampai dua hari. Adapun pengiriman ke luar negeri sekitar empat hari hingga satu minggu.

Di wilayah Sukabumi, mayoritas pengirim paket batu akik merupakan warga Kecamatan Sagaranten dan Jampang. "Meningkatnya intensitas pengiriman paket ini tidak terlepas terus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kami. Bukan kami memonopoli, hanya saja pelayanan yang kami berikan mungkin dirasakan masyarakat sangat baik," ucapnya.

Saat ini, Kantor Pos Sukabumi masuk urutan ketiga teraktif di Jawa Barat. "Ini merupakan sebuah prestasi di mana kita berada di posisi ketiga sebagai kantor teraktif di Jawa Barat," ujarnya.

Menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah, Firmansyah memprediksi pengiriman bakal meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. Lonjakan terjadi baik dalam bentuk surat (mailing) maupun logistik (barang). "Pengiriman dalam bentuk surat dan parsel yang ditargetkan sebesar Rp8 miliar. Kami optimistis bisa tercapai," pungkasnya.  (Benny Bastiandy/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya