Kondisi Nenek Penderita Tumor di Kediri kian Memprihatinkan

Antara
22/5/2016 21:06
Kondisi Nenek Penderita Tumor di Kediri kian Memprihatinkan
(Istimewa)

SEORANG nenek yang terkena tumor ganas di bagian matanya Siti Kalimah, 70, warga Dusun Sembak, Desa Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hingga kini belum dapat jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Erna, salah seorang tetangga nenek itu mengatakan, Kalimah hanya tinggal seorang diri. Nenek itu juga sudah lama menderita sakit, dab kondisinya semakin parah sekitar tiga bulan terakhir.

"Kalau sakitnya sudah lama, tapi kondisinya parah akhir-akhir ini. Nenek itu juga belum dapat BPJS," katanya ditemui di lokasi rumahnya, Minggu (22/5).

Ia mengatakan sebenarnya para tetangga sudah berupaya untuk mendaftarkan nenek tersebut agar mendapatkan jaminan kesehatan, tetapi hingga kini ternyata namanya belum masuk. Padahal, ia sangat layak mendapatkan jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan.

Erna mengatakan, selama ini, nenek tersebut untuk kebutuhan makan mengandalkan bantuan dari para tetangga. Ia pun juga sering membuatkan makan untuk nenek tersebut. "Untuk jalan sebenarnya nenek itu bisa, tapi karena beliau sakit untuk kebutuhan sehari-hari dibantu tetangga. Saya masakkan bubur juga dimakan," katanya.

Sebenarnya, kata dia, para tetangga sangat tidak tega melihat kondisinya. Matanya sudah membengkak, bahkan hampir menutupi sebagian wajahnya. Para tetangga juga berupaya untuk mengajak nenek itu berobat, tetapi ditolak.

"Tidak tahu alasan selalu ditolak, bahkan kadang juga setengah dipaksa, mungkin tidak ingin merepotkan," ujarnya.

Nenek Siti, lanjut Erna, sebenarnya juga mempunyai keluarga yang ada di dusun seberang, tetapi mereka sepertinya sudah tidak mau tahu kondisi nenek Siti. Bahkan, beberapa kali ia dengan para tetangga meminta agar keluarga menjenguk, tapi hingga kini pihak keluarganya juga belum datang.

Saat ini, nenek Siti menempati rumah tidak layak huni. Ia tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 5 meter x 4 meter dengan ventilasi yang sangat kurang. Di lokasi itu, hanya ada tempat tidur.

Ia tinggal di gubuk itu sekitar 10 tahun. Nenek Siti pun lebih banyak tinggal di dalam gubuk yang berdiri di tanah milik tetangganya itu. "Saya sering tanya kondisinya, dan jika sakit, hanya diberi obat dari apotik," ujarnya.

Sementara itu, Nurhadi Mukodim, salah seorang perangkat di desa itu mengatakan sebenarnya pihaknya sudah berupaya untuk memasukkan nama Nenek Siti ke daftar penerima jaminan kesehatan, tetapi hingga kini belum disetujui.

"Sudah sering kali mengajukan, bahkan setiap tahun ada verifikasi, namanya juga kami masukkan lagi, tapi hingga kini belum dapat BPJS," kata Nurhadi.

Sementara itu, sejumlah jurnalis Kediri merasa prihatin dengan kondisi nenek Siti. Mereka mengumpulkan sumbangan dari para jurnalis dan memberikan pada nenek Siti. Total sumbangan yang terkumpul ada sekitar Rp4 juta dan dititipkan pada tetangga, yaitu Erna. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya