Asesor Unesco Kagumi Geopark Rinjani

Yusuf Riaman
20/5/2016 16:09
Asesor Unesco Kagumi Geopark Rinjani
(ANTARA/Ahmad Subaidi)

ASESOR United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) Global Geopark Maurizio Burlando dari Genoa Italia dan Soo Jae Lee dari Korea menyatakan kekagumannya setelah mengamati secara seksama spot kawasan Geopark Rinjani selama tiga hari di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah spot kawasan Geopark Rinjani yang dikunjungi tim assessor sejak Rabu (18/5) lalu mulai dari Pondok Pesantren Nurul Haramain di Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Ini terkait program konservasi, edukasi yang merupakan bagian dari program Geopark Goes To School.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Ai Berik di Lombok Tengah, Sembalum di Lombok Timur, Rinjani Trekking Center dan Masjid Bayan, hutan kopi/gaharu di Senaru serta Gili Trawangan, Meno dan Air (Gili Matra) di Lombok Utara, kemudian ke Batu Bolong, sentra kerajinan cukli dan sekolah dalang di Sesela Lombok Barat.

"Beliau kagum dengan banyak hal mulai dari masalah sistem konservasi, edukasi hingga kultur masyarakat. Dan yang paling mengesankan, ketika diakui oleh Masyarakat Adat sebagai saudara sendiri. Ini sangat menyenangkan beliau," ujar Akbar Siddik, Kepala Divisi Pemberdayaan
Masyarakat Geopark Rinjani, Jumat (20/5).

Maurizio dan Soo Jae sangat asyik memotret secara langsung setiap momen di sepanjang perjalanan. Mereka didampingi Asesor Observer yakni, Prof Ibrahim Koomoo dan Dr Nurhayati, asesor geopark asia pasifik dari Malaysia, yang secara khusus didatangkan Pemerintah RI.

Tim tersebut melakukan misi evaluasi selama tiga hari. Selain juga didampingi General Manager Geopark Rinjani, H. Charul Mahsul, dan H. Lalu Faozal Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB.

Geopark Rinjani ini merupakan satu-satunnya mewakili Indonesia pada 2016 yang diusulkan menjadi geopark internasional. Penetapan sebagai geopark internasional akan dilakukan di Inggris, September 2016 mendatang, "Kita optimis Rinjani akan ditetapkan menjadi geopark dunia," ujar H. Lalu Faozal.

Saat ini di Asia Tenggara terdapat tiga geopark yakni, Dong Van Karst di Vietnam, Langkawi di Malaysia, dan Kaldera Batur di Indonesia,
"Kami berharap Rinjani ditetapkan sebagai warisan dunia," kata Najmul Ahyar, Bupati Lombok Utara (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya