Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang menerjang Desa Sintuvu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (17/5). Dalam musibah itu, satu warga dilaporkan menjadi korban jiwa setelah terseret arus.
Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari warga setempat, banjir yang dimulai sekitar pukul 17.30 Wita hingga pukul 22.30 Wita itu juga merusak sembilan rumah, 40 hektare kebun/persawahan, dan membuat puluhan hewan ternak hilang, berdasarkan data pemerintah setempat.
Kepala Dusun I Desa Sintuvu Ajang mengatakan, banjir bandang yang menerjang kampungnya itu tidak hanya terjadi di Dusun I, melainkan juga terjadi di beberapa dusun lainnya. Namun, banjir bandang kali ini cukup parah terjadi di dusun yang dipimpinnya.
"Untuk musibah kali ini kami yang terparah karena begitu banyak kerugian yang harus diterima masyarakat. Termasuk korban jiwa merupakan warga kami, selain puluhan ha kebun/sawah dan hewan ternak yang rusak dan hilang diterjang banjir," katanya kepada Media Indonesia saat dimintai keterangan, Rabu (18/5).
Ajang mengaku, banjir bandang yang terjadi di Desa Sintuvu khususnya Dusun I disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terus mengguyur desa tersebut sejak Selasa pagi hingga malam.
"Sekarang pun di desa kami masih hujan, kami berharap curah hujan kali ini tidak tinggi sehingga tidak menyebabkan banjir susulan," harapnya.
Sementara terkait satu warga yang menjadi korban jiwa, Ajang menjelaskan, bahwa jenazah korban telah ditemukan dan saat ini telah disemayamkan di rumah duka yang berada di dusun tersebut.
"Yang menjadi korban adalah Dimas, 11, almarhum menjadi korban karena diduga terseret arus saat banjir terjadi. Sesuai rencana, jenazah alamrhum dikebumikan hari ini juga di desa," imbuhnya.
Bupati Sigi Iwan Lapata menambahkan, pemerintah Sigi saat ini sudah memerintahkan intansi terkait agar segera bertindak. Bahkan dirinya mengaku, langsung mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung kondisi desa pascabencana.
"Saya sekarang sudah di lokasi untuk melihat dan mengecek pekerjaan instansi terkait yang sudah kami perintahkan. Memang berdasarkan laporan terdapat satu korban jiwa, sembilan rumah rusak, termasuk 40 ha kebun/sawah dan puluhan hewan ternak hilang diseret arus," katanya secara terpisah.
Iwan mengungkapkan, atas intruksi tersebut sebuah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Sigi langsung dikerahkan untuk membuka akses jalan menuju beberapa lokasi bencana banjir bandang termasuk akses masuk ke Dusun I.
"Sekarang akses ke Dusun I yang merupakan lokasi banjir terparah sudah bisa ditembus, alat berat pun di sana masih terus bekerja," jelasnya.
Selain menurunkan alat berat, sejumlah warga yang dibantu personel TNI dan Polri juga berjibaku untuk mencari dan mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih bermanfaat pascabencana. Bahkan, beberapa warga ada yang sudah terlihat membersihkan bagian rumah mereka yang masih digenangi material banjir, seperti air dan lumpur.
"Sudah ada dari beberapa warga yang kembali ke rumahnya setelah mengungsi. Kami di lokasi sudah membangun pos dan tenda untuk tempat pengungsian sementara. Di pos dan tenda itu sudah kami siapkan juga bantuan, berupa makanan dan obat-obatan," ungkap Iwan. (TB/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved