Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN belajar siswa SMPN 3 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, harus dilakukan di bekas kandang ayam. Pasalnya, selama enam tahun berdiri, sekolah itu belum memiliki ruangan kelas sendiri.
Ruang berukuran 8 meter x 10 meter disulap menjadi tiga kelas, dindingnya hanya dibatasi kayu tripleks dan lantainya masih berupa tanah.
Ruang yang beratapkan asbes itu pun sudah banyak tambalan. Kondisi itu membuat siswa dan guru tidak nyaman berada di dalam kelas yang pengap dan berhawa panas.
Ditambah, sejumlah fasilitas sekolah seperti perpustakaan, ruang guru, WC, laboratorium, serta fasilitas gedung lainnya juga belum ada.
Kepala Sekolah SMPN 3 Cihampelas Raden Mochamad Toha menuturkan, pihaknya terpaksa menggunakan bekas kandang ayam yang diubah jadi ruang kelas karena tidak adanya sekolah tingkat SMP untuk warga Desa Situwangi dan sekitarnya.
"Sulit sekali mencari lahan untuk dijadikan gedung sekolah, jadi paling kita manfaatkan sementara bekas kandang ayam ini untuk kegiatan belajar siswa, "katanya, Rabu (18/5).
Siswa SMPN 3 Cihampelas berjumlah 370 orang, terletak di Desa Situwangi RT 3/9, di sekitar sekolah banyak terdapat lahan pertanian yang tidak bisa dialihfungsikan menjadi bangunan sekolah.
Dia menuturkan, warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP sangat sedikit sekali sebelum adanya sekolah kandang ayam ini karena untuk menjangkau ke sekolah lain harus menempuh jarak yang cukup jauh.
Selain itu, taraf ekonomi kebanyakan warga hanya menjadi buruh tani sehingga tidak mungkin bisa menyekolahkan anak ke luar wilayah. "Setelah kandang ayam ini diubah jadi ruang kelas, sekarang jadi banyak anak yang mau sekolah," tuturnya.
Dia menerangkan, sejak awal berdiri 2010 lalu, SMPN 3 Cihampelas sama sekali tidak memiliki lahan dan gedung sekolah. Untuk kegiatan belajar siswa harus menumpang dan berpindah-pindah ke sekolah lain hingga akhir 2014.
Dengan alasan tidak bisa terus digunakan siswa SMPN 3 Cihampelas, akhirnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bandung Barat meminta pihak sekolah untuk mencari lahan baru.
Agar aktivitas belajar tidak terganggu, pada 2015 pihak SMPN 3 Cihampelas akhirnya memilih bekas peternakan ayam sebagai tempat belajarnya. "Karena sulit mencari lahan buat dijadikan bangunan sekolah, saya punya ide bagaimana merenovasi kandang ayam jadi ruang kelas. Sebelumnya, saya ajukan dulu ke Pemda dan direstui sambil menunggu pembangunan tiga ruang kelas selesai," terangnya.
Pembangunan tiga ruang kelas diharapkan dapat rampung tahun ini, tetapi jumlah ruang kelas masih kurang karena idealnya dibutuhkan 13 ruang kelas untuk menampung 370 siswa. Selain kelas, nantinya juga akan direncanakan pembangunan perpustakaan, WC, laboratorium, dan lain-lainnya.
Meski terpaksa berpindah-pindah lokasi belajar dan tahun ini menempati kandang ayam, tapi jumlah lulusan SMPN 3 Cihampelas terus ada peningkatan. Pada tahun pertama dapat meluluskan 17 siswa, tahun kedua 72 siswa dan angkatan ke-3 sebanyak 113 siswa.
Toha sangat berharap, pemerintah maupun pihak yang peduli pendidikan dapat membantu dan memperhatikan nasib siswa yang harus belajar di ruang kandang ayam karena bagaimana pun juga, kandang ayam sangatlah tak pantas digunakan sebagai aktivitas belajar.
"Siswa maupun guru pasti tidak nyaman berada di kelas, kami mohon perhatiannya dari semua pihak agar dapat membantu. Sebetulnya kita sudah minta bantuan ke Kementerian Pendidikan tapi sampai saat ini belum ada jawaban," pungkasnya. (DG/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved