Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kesalahan angkut penumpang internasional oleh maskapai AirAsia akhirnya menemui titik terang.
Kepala Otoritas Bandara Ngurah Rai Bali Yusfriandi Gona menjelaskan, salah seorang penumpang asal Selandia Baru bernama Jonathan Derwen memang sempat lolos karena terjadi miskomunikasi dengan sopir pengangkut penumpang yang turun dari pesawat.
"Setelah tiba di sebuah hotel, pihak hotel meminta stempel Imigrasi. Karena tidak ada, petugas bertanya, kenapa tidak ada. Orangnya menjelaskan apa adanya. Pihak hotel menyarankan agar Jonathan kembali ke bandara dan melapor ke Imigrasi," ujarnya.
Sebelumnya, Jonathan lolos dari pemeriksaan Imigrasi karena sopir maskapai Air Asia teledor menurunkan penumpang di terminal kedatangan domestik. Padahal, pesawat dengan nomor penerbangan AirAsia QZ 509 berasal dari Singapura. Termasuk Jonathan, warga negara Selandia Baru, yang menjadi penumpang pesawat tersebut.
Saat diselidiki, sopir bus berinisial EL mengaku tidak mendapatkan koordinasi dari Security Aviation Bandara bahwa pada saat yang sama ada pesawat lain yang juga dari AirAsia mendarat kurang lebih pukul 23.45 Wita.
Karena melihat banyak orang lokal dan belum ada koordinasi dengan pihak Security Aviation, sopir tersebut membawa penumpang ke terminal kedatangan domestik. Pihaknya sudah melakukan proses investigasi dan untuk sementara disimpulkan bahwa kejadian tersebut murni kelalaian sopir bus APB Indonesia Air Asia berinisial EI.
"Terjadi kesalahan sopir bus APB Indonesia dan kita juga sudah lakukan tindakan berupa investigasi kepada yang bersangkutan," ujar Kepala Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai Wilayah IV Yusfandri Gona di Kantor Otban, Rabu (18/5).
Lebih jauh Yusfandri menjelaskan, jika sopir tersebut mengalami keraguan. "Yang bersangkutan merasa blank ada keraguan dan tindak lanjut investigasi ini Selasa (17/5) kemarin. Sopir bus APB yang bekerja di AirAsia inisial EI ini sudah di-grounded oleh PT Indonesia Air Asia sesuai aturan yang berlaku," paparnya.
Sementara itu, Garry Stefiano dari Station Head Denpasar AirAsia mengaku pihaknya secepatnya menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak Otoritas Bandara, Imigrasi Khusus Ngurah Rai, Bea Cukai, dan Angkasa Pura I.
Diakuinya, bahwa yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dengan alasan demi kenyamanan penumpang. "Saat ini dia tidak bekerja sampai menunggu hasil investigasi Otoritas Bandara. Dia baru bekerja 6 bulan, kami masih akan tindak lanjuti, dan kita siap mematuhi peraturan di bandara dengan pihak otoritas dan Angkasa Pura," tandasnya. (OL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved