Harga Bahan Pokok Terus Bergejolak

MI/AKHMAD SAFUAN
17/6/2015 00:00
Harga Bahan Pokok Terus Bergejolak
(ANTARA)
BEBERAPA jenis barang kebutuhan pokok kembali bergerak naik menjelang Ramadan. Pantauan Media Indonesia kemarin, harga daging sapi, daging ayam, dan beras mulai naik di beberapa pasar tradisional sepanjang pantura Jawa Tengah. Seperti di Pasar Pagi Tegal, Pasar Taman Pemalang, Pasar Wiradesa, dan Pasar Grogolan, Pekalongan, harga beras kualitas medium naik antara Rp500 hingga Rp1.000 per kg.

"Harga beras medium seperti C4, IR 36, sebelumnya Rp8.300 hingga Rp8.500 per kg kini naik menjadi Rp8.600 hingga Rp9.500 per kg," kata Widyawati, pedagang beras di Pasar Wiradesa.

Adapun, harga daging ayam ras sebelumnya Rp28 ribu per kg menjadi Rp32 ribu per kg. Kemudian daging sapi sebelumnya Rp90 ribu per kg menjadi Rp100 ribu per kg. Telur ayam yang semula Rp18 ribu per kg menjadi Rp22 ribu per kg.

Dalam menghadapi fluktuasi harga pangan, Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan anggaran subsidi untuk pasar murah sebesar Rp367 juta untuk mengadakan pasar murah di 47 lokasi pada 27 keluarahan. "Kita akan gelar pasar murah sebagai strategi menstabilkan harga atau paling tidak mampu membantu warga miskin saat menjelaskan puasa Ramadan," kata Kabag Perekonomian Kota Pekalongan, Setyo Susilo.

Harga daging ayam juga melonjak di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pasokan daging ayam segar yang tersendat menyebabkan harganya melambung. "Pekan sebelumnya, harga 1 kg daging ayam segar Rp40 ribu kini sudah menembus Rp65 ribu per kg," kata Nurelfi, pedagang daging ayam di Pasar Pagi Nagoya.

Selain harga ayam, harga cabai merah di sejumlah daerah mulai naik. Harga cabai merah di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, dari Rp38 ribu per kg kini menjadi Rp50 ribu per kg. Kemudian, cabai rawit hijau dari Rp38 ribu per kg menjadi Rp42 ribu per kg.

Lalu, harga cabai keriting di Pasar Tingkat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, naik dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg. Demikian juga dengan harga bawang merah dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. Sebaliknya di Kota Kupang, harga bawang merah di Pasar Induk Kasih turun dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg karena pasokan yang lancar.

Operasi pasar

Di Makassar, Sulawesi Selatan, pemprov setempat telah mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

"Kita tidak boleh berpangku tangan dalam menghadapi kemungkinan inflasi di Sulsel. Koordinasi antar-pemda juga semakin dikuatkan dalam mengantisipasi lonjakan harga jelang Ramadan," harap Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan saat membuka rapat.

Upaya mengantisipasi gejolak harga, Pemprov Jawa Timur memperluas operasi pasar."Operasi pasar dilakukan lebih awal agar tidak terjadi gejolak harga seperti yang sering dikeluhkan masyarakat," kata Kepala Disperindag, Budi Warno Harisasono di Surabaya.

Operasi pasar dilakukan seren-tak di Jawa Timur dibantu Bulog setempat. Ada empat komoditas yang dijual dalam operasi pasar tersebut yakni beras, gula, tepung, dan minyak goreng. Adapun, di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Tim Pengendali Inflasi Daerah setempat menilai kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih wajar.

"Memang ada sejumlah komoditas yang naik harganya, tetapi masih tergolong wajar dan bisa dikendalikan," kata Wakil Ketua TPID Kota Surakarta, Ismet Inono.

Dari hasil inspeksi, ada empat komoditas yang naik cukup signigikan, yakni cabai merah, cabai rawit, gula pasir, dan minyak goreng. (Tim/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya