Surya Paloh Dua Kali Tos Jidat dengan Ical

Arnoldus Dhae
15/5/2016 00:21
Surya Paloh Dua Kali Tos Jidat dengan Ical
(ANTARA)

ADA pemandangan menarik dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang berlangsung di Nusa Dua Bali, Sabtu (14/5) malam.

Setelah Presiden Joko Widodo membuka Munaslub, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memeluk Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Bukan hanya berpelukan, tetapi Surya Paloh melakukan dua kali beradu (tos) jidat dengan Ical.

Tidak ada konfirmasi soal aksi Surya Paloh yang melakukan tos jidat sebanyak dua kali dengan Ical. Namun, diduga Surya Paloh terkesan dengan pidato politik Ical yang menggelegar dan menyentuh sentimen politik, baik di internal Golkar maupun fenomena politik secara keseluruhan.

Aksi tersebut tampak sedikit lucu dan menarik karena postur tubuh Surya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ical. Surya sampai harus menunduk untuk mendapatkan jidat Ical.

Dalam pidatonya, ARB mengajak kepada seluruh kader untuk menjadikan forum Munaslub agar Golkar kembali berjaya, layaknya sebuah pohon beringin yang menaungi kehidupan manusia.

"Kita tersadarkan kembali akan keseimbangan diri. Mari kita jadikan beringin pohon rindang teduh yang menaungi spektrum kehidupan kita," kata Aburizal.

Menurutnya, Golkar telah siap melaksanakan regenerasi kepemimpinan. Meski proses pergantian kepemimpinan itu lebih cepat dari masa jabatan ketua umum, tapi itu lah wujud dinamis partai yang dipimpinnya.

"Lebih cepat lebih baik kata Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla). Darah segar selalu mengalir kepada kita. Golkar sudah siap melaksanakan regenerasi tiga tahun lebih cepat dari yang ditentukan. Partai kita terbuka, demokratis dan dinamis," katanya.

Ical menyatakan kebanggaannya lantaran Golkar memiliki segudang kader muda potensial yang menduduki posisi strategis jabatan politis di Republik ini. "Kita punya kader muda yang terlatih, politis dan piawai di bidangnya. Mereka adalah pendekar-pendekar muda. Mereka menguasai ilmu pedang. Mampu bermain dalam irama politik serta indra penciuman yang tajam, yang dapat mencium bergesernya arah angin," ucap dia.

Ia juga berharap dinamika demokrasi yang terbangun di Golkar pada forum Munaslub kali ini, yang ditandai dengan debat terbuka yang disiarkan televisi harus terus dipertahankan. Bagi dia, tak hanya merupakan pendidikan internal, tapi juga debat semacam itu juga mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Forum seperti ini harus menjadi tradisi dan harus menjadi keputusan Munaslub ini. Sehingga demokrasi kita akan matang dan dinamis. Rating debat kandidat lebih bagus dari sinetron," katanya.

ARB berpesan kepada para kandidat agar berbesar hati menjalani proses Munaslub. "Yang kalah berbesar hati, yang menang merangkul, ajak semua pihak, bersama-sama membesarkan Partai Golkar. Golkar harus jadi motor pendorong kemajuan bangsa dengan ide-ide cemerlang," tambah dia.

Menurut ARB, Golkar tidak layak menjadi partai oposan. Sebabnya, doktrin partainya berbeda dengan partai lain. "Doktrin kita pengelolaan kekuasaan, bukan perlawanan kekuasaan. Kita jagoan berkarya, ahli dalam membangun. Kita rikuh dan kehilangan arah saat oposisi. Partai golkar memilih jalur melakukan kegiatan bersama yang dipimpin oleh Jokowi," demikian ARB.

Ia menjelaskan, siapa pun yang memimpin Golkar, dia tetap terikat dengab keputusan Munaslub yang mengharuskan Golkar tetap berada di pemerintahan.

Hadir dalam Munaslub antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Juru Bicara Presiden Johan Budi SP, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.

Selain itu, ada juga pimpinan lembaga negara seperti Djimly Ashiddiqie, Irman Gusman, Din Syamsudin, Oesman Sapta Odang, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, serta pemimpin partai antara lain Surya Paloh, Rommahurmuziy, Djan Faridz, Hasto Kristiyanto, Wiranto, dan Harry Tanoesoedibjo. (OL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya