Satu Mayat Lagi Ditemukan tidak Utuh di Sungai Banyuasin

Dwi Apriani
14/5/2016 23:56
Satu Mayat Lagi Ditemukan tidak Utuh di Sungai Banyuasin
(MI/Dwi Apriani)

PROVINSI Sumatra Selatan kembali dihebohkan karena kasus pembunuhan yang sadis. Setelah Jumat (13/5) lalu ditemukan dua mayat, perempuan dan laki-laki di sungai perbatasan Banyuasin-Ogan Komering Ilir, dan Sabtu (14/5) kembali ditemukan satu mayat anak perempuan berusia sekitar 14 tahun di lokasi yang tidak jauh (sekitar 2 kilometer) dari penemuan dua mayat sebelumnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, satu mayat yang ditemukan anggota Satuan Polair Kepolisian Resort Banyuasin, Sumatra Selatan, tiba di RS Bhayangkara Palembang. Mayat perempuan itu ditemukan tanpa kaki dan tangan sebelah kanan.

Saat ditemukan, perempuan itu dalam kondisi wajah yang terbungkus baju kaos yang dipakainya. Kaos yang dipakai berwarna oranye dengan celana panjang ketat bermotif batik. Kondisi mayat anak perempuan itu sama dengan dua mayat sebelumnya, yakni perempuan dewasa berusia 30-an tahun dan laki-laki 40-an tahun.

"Kita yakin ini ada hubungannya dengan penemuan dua mayat sebelumnya. Sebab, ciri pembunuhannya serupa, dengan wajah korban ditutup dengan baju yang dipakai," ujar Kepala Satuan Polair Polres Banyuasin, AKP Suprawira, Sabtu petang.

Ia mengungkapkan, penemuan mayat anak perempuan itu setelah ada penelusuran dari Satuan Polair yang awal rencananya mencari barang bukti dan jejak pelaku pembunuhan dua mayat sebelumnya. Saat ditemukan ada sosok yang mengapung, pihaknya langsung mengecek.

Diketahui ternyata itu sesosok mayat perempuan muda, dengan kondisi serupa dengan penemuan mayat sebelumnya. Satuan Polair Polres Banyuasin pun langsung membawa jasad itu untuk diautopsi di RS Bhayangkara Palembang.

"Tubuhnya sudah membusuk saat kami angkat dari air. Kami menduga ini ada kaitannya dengan penemuan mayat sebelumnya," kata Suprawira.

Ia memerintahkan kepada anggotanya untuk terus menelusuri kawasan perairan di sekitar sungai tersebut, supaya mendapatkan jejak pelaku, barang bukti terlibat hal itu, serta bagian tubuh mayat yang hilang.

Ia mengakui, jarak penemuan mayat anak perempuan ini memang berbeda dengan penemuan dua mayat sebelumnya. Dua mayat sebelumnya dalam kondisi dimasukkan ke karung sehingga tubuhnya utuh. Namun, jasad anak perempuan itu tidak dalam karung sehingga sudah tidak utuh terendam air.

"Kalau dari lihat kematiannya, sepertinya mayat ini sudah meninggal dalam waktu empat hari. Kami sudah imbau kepada warga desa sekitar untuk melaporkan jika kehilangan anggota keluarganya, tapi sampai sekarang belum ada yang melapor," ucap Suprawira.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, Polres Banyuasin bekerja sama dengan Polres OKI sebab lokasi penemuan berada di perbatasan dua daerah itu. "Kita belum tahu ini mayat yang berasal dari Banyuasin atau OKI. Yang jelas, kami terus berkoordinasi untuk mengembangkan kasus ini," tukasnya.

Ditambahkan Kabid Dokkes Polda Sumsel, Soesilo Pradoto, pihaknya telah menerima mayat anak perempuan itu dan bakal segera melakukan autopsi untuk melihat penyebab kematian korban. Ia mengungkapkan, melihat fisik mayat anak perempuan yang sudah ditempatkan di RS Bhayangkara Palembang, kondisi kematiannya sama seperti dua mayat
sebelumnya.

"Modusnya sama, cara pembunuhannya juga sama. Sayangnya, mayat anak perempuan ini tanpa tangan dan kaki sebelah kanan. Kalau sebelumnya utuh. Kami juga belum tahu apakah ini mutilasi atau bukan," jelasnya.

Diakui Soesilo, dari hasil autopsi dua mayat sebelumnya, sudah diketahui bahwa sebelum kedua mayat meninggal, keduanya telah diberikan makanan. Terlihat dari isi perut dua mayat sebelumnya, ada nasi dan sayur-sayuran yang belum dicerna.

"Dari hasil pemeriksaan, kami temui di bagian paru dan tubuh tidak ada unsur air. Artinya, kedua mayat sudah meninggal sebelum dibuang ke sungai," beber dia.

Dari dua mayat sebelumnya, pihaknya mendapati adanya beberapa luka akibat benda tumpul dan benda tajam pada tubuh korban. Pada tubuh mayat pria, ditemukan adanya memar di bagian kepala, patah pada bagian tulang dahi, dan memar pada badan korban.

Adapun pada mayat perempuan juga ditemukan adanya luka pada bagian kepala depan sepanjang 18 cm dan luka pada bagian samping kepala sepanjang 8 cm.

"Dari luka pada mayat perempuan itu, ada belahan garis lurus pada bagian ujung luka. Artinya itu disayat oleh benda tajam. Juga ditemukan memar pada tubuhnya," tukasnya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat anak perempuan itu masih satu keluarga dengan dua mayat yang ditemukan sebelumnya. "Kita menunggu hasil autopsi. Besok (Minggu) akan kita lakukan autopsi," tandasnya. (DW/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya