8 Jam Nyala, 8 Jam Padam Listrik di Muara Teweh

Antara
13/5/2016 23:10
8 Jam Nyala, 8 Jam Padam Listrik di Muara Teweh
(ANTARA)

PT PLN Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memberlakukan pemadaman antara 6-8 jam menyala dan 6-8 jam padam akibat kerusakan mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) bertambah parah.

"Saat ini, jadwal pemadaman yang baru itu sudah diberlakukan karena kondisi mesin PLTD cuma bisa melayani separuh warga Muara Teweh dan sekitarnya saja," kata Manajer PT PLN Muara Teweh Tatok Winarko, Jumat (13/5) malam.

Menurut dia, daya mesin yang ada sekarang ini 5.100 kilowatt (KW) dengan beban keseluruhan 8.500 KW, sehingga kalau dibagi dua seharusnya masing-masing 4.250 KW. Namun, karena kondisi padam, begitu beban dimasukkan yang seharusnya 4.250 KW naik menjadi 4.800-5.000 KW, sehingga listrik mengalami defisit yang parah. Jadwal pemadaman bergilir pada malam hari tidak diberlakukan untuk sementara karena dayanya sudah tidak cukup.

"Untuk jadwal pemadaman sampai 8 jam dan nyala 8 jam itu akan kami buatkan jadwalnya malam ini dan Sabtu (14/5) besok diharapkan sudah disebarkan kepada masyarakat" katanya.

Tatok menjelaskan, untuk mengatasi pemadaman tersebut pihaknya kini sudah mendatangkan empat unit dengan daya 1,6 mega watt (MW) dari PLN Kota Baru, Kalimantan Selatan, dan mesin dari Puruk Cahu dengan daya 500 KW. Kini, seluruh mesin sudah tiba di Muara Teweh dan sedang dilakukan pembongkaran dan segera dilakukan pemasangan guna mesin segera bisa dipakai untuk mengatasi kerusakan mesin yang ada.

"Malam ini petugas terus lembur untuk membongkar dan memasang mesin tersebut, guna secepatnya dipasang dan dioperasikan," jelas dia.

Dia mengatakan, untuk mengatasi gangguan mesin PLTD itu satu-satunya penyelesaian pemadaman di Muara Teweh ialah pembangunan transmisi jaringan listrik Muara Teweh menuju Buntok Kabupaten Barito Selatan guna mempercepat operasi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Blok Bangkanai di Desa Karendan Kecamatan Lahei.

Rencananya, Rabu (18/5) nanti akan dilakukan rapat bersama PLN dengan pihak operator gas Ophir Indonesia dan SKK Migas terkait penyelesaian pekerjaan transmisi Muara Teweh-Buntok dan pengoperasian PLTMG Bangkanai.

Pada rapat nanti diharapkan begitu transmisi selesai, pihak Ophir sudah harus bisa menyuplai gas untuk mengoperasikan PLTMG Bangkanai sehingga krisis listrik di daerah ini segera teratasi.

"Pemerintah daerah ingin membantu PLN menagih komitmen Ophir agar dipastikan PLTMG bisa beroperasi saat transmisi sudah selesai dikerjakan yang ditargetkan Juni 2016 diharapkan sudah selesai," ujarnya. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya