Para Kandidat Janji Satukan Kembali Golkar

Faishol Taselan
11/5/2016 22:22
Para Kandidat Janji Satukan Kembali Golkar
(MI/M. Irfan)

DELAPAN kandidat atau Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan siap mengembalikan kejayaan serta menyatukan kembali partai berlambang beringin itu yang selama ini terpecah. Tekad itu disampaikan pada kampanye Caketum Partai Golkar yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/5).

Kampanye dihadiri Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie (Ical). Kedelapan Caketum Golkar hadir dalam acara itu, yakni Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Syahrul Yasin Limpo, dan Indra Bambang Utoyo.

Pada sesi pertama, tampil Ade Komarudin dengan Syahrul Yasin Limpo. Pada kampanye itu, mereka serentak untuk menyatakan bakal membawa kejayaan kembali Golkar. Seperti dikatakan Ade Komarudin bahwa Partai Golkar tidak boleh lagi terpecah, momentum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ini ialah menyatukan semua kekuatan Golkar lewat kader-kader terbaiknya.

Bahkan, secara tegas ia menyatakan bila terpilih nanti semua Caketum akan diakomodasi masuk ke pengurusan. "Kita masih butuh mereka, dan mereka sangat dibutuhkan di Golkar. Akan saya rangkul semua," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Syahrul yang mengaku tidak berjanji muluk-muluk, tapi akan lebih fokus membuat kader tambah solid dan berintegritas. "Saya tidak menjanjikan apa-apa, selain integritas yang baik. Caranya, harus dimulai dari diri masing-masing. Kekuatan di Golkar harus disatukan," katanya.

Sayhrul menyatakan tidak boleh ada lagi perpecahan dalam tubuh Golkar, semua potensi dan kekuatan harus menyatu. "Kita sudah lelah dengan semua yang terjadi, bila saya terpilih maka kekuatan akan disatukan," ujarnya.

Hampir semua Caketum Golkar menyatakan tekad tersebut, termasuk Aziz, Mahyudin, Novanto, Airlangga, Priyo, dan Indra, yang tampil pada giliran berikutnya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee Munaslub Golkar Nurdin Halid mengatakan bahwa komite etik menerima banyak laporan pelanggaran oleh para Caketum. Dua Caketum yang dilaporkan melanggar ialah Ade dan Novanto. Keduanya diduga mengadakan pertemuan dengan DPD maupun DPC. Bahkan, ada laporan masuk mereka melakukan bagi bagi sesuatu.

"Ini semua akan dibahas di komite etik yang akan bersidang di Bali besok (Kamis, 12/5) malam," katanya.

Selain itu, Komite Etik Munaslub Golkar akan menyelidiki pelaku yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk mencari dukungan pada salah satu Caketum. Menurut Nurdin, komite memiliki cara untuk menghimpun data siapa pelaku pencatutan itu.

Jika sudah memenuhi syarat, akan diserahkan ke majelis kode etik. "Bila semua bukti sudah masuk maka akan disampaikan ke majelis kode etik akan mengadili kalau cukup bukti dan saksi," ujarnya. (FL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya