Bupati Bengkulu Selatan belum Ditahan

Akmal Fauzi
11/5/2016 20:44
Bupati Bengkulu Selatan belum Ditahan
(Istimewa)

MESKI ditemukan barang bukti yang diduga sabu dan ekstasi di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, tapi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Kepala BNNP Bengkulu Kombes Budiharso menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan pada Selasa (10/5) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Dirwan tidak ada di ruang kerjanya. Saat itu, Dirwan ada kegiatan di luar kantor.

"Yang ada di sana (ruang kerja) Sekda (Sekretaris Daerah). Pak Sekda telepon bupati. Dan bupati langsung ke kantor," kata Budiharso kepada Media Indonesia menjelaskan kronologi penggeledahan.

Budiharso menambahkan, sebelum melakukan penggeledahan, tim kemudian meminta untuk diperiksa sebelum masuk ke ruangan. Pemeriksaan itu ditujukan agar memastikan tim tidak membawa narkotika ke dalam ruangan tersebut.

"Diperiksa dulu sama staf bupati diperiksa memastikan kami tidak membawa apa apa. Kemudian gantian para staf diperiksa juga. Hasilnya semua nggak bawa apa apa. Pak Bupati nunggu di ruang sesprinya," ujarnya

Setelah itu, lima dari delapan tim BNNP Bengkulu yang datang masuk ke ruang kerja Bupati didampingi enam staf Bupati. Dari pemeriksaan itu ditemukan serbuk putih yang diduga sabu dan dua tablet berwarna pink yang diduga ekstasi di kursi sofa ruang kerja Bupati. Tak hanya itu, dua tablet berwarna pink juga ditemukan di lantai yang tertutup kardus air mineral.

"Kaget kan semua. Tim selanjutnya minta keterangan yang ada di sana. Semua mengatakan tidak tahu kepemilikan barang tersebut,"

BNNP Bengkulu kemudian langsung melakukan tes urine di ruang kerja Bupati. Hasilnya, orang yang ada di ruangan termasuk Bupati negatif menggunakan narkoba.

"Semuanya (di tes urine). Bupati, Wakil Bupati, Sekda, staf, ajudan dan juga sopir pribadi (bupati) di tes urine," ungkapnya.

Budiharso yang juga ada di lokasi kemudian membuat kesepakatan dengan Bupati untuk segera datang ke kantor BNNP Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah itu, sekitar pukul 17.00 WIB, tim BNNP Bengkulu kemudian meninggalkan ruang kerja Bupati.

Namunm, hingga Rabu sore tadi, kata Budiharso, Bupati mangkir datang ke Kantor BNNP Bengkulu. "Tak hanya Bupati, semuanya kami minta datang, cuma mereka tidak datang,"

Ia mengaku belum mau melakukan pemanggilan paksa kepada Dirwan. Pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan. "Kalau belum datang, ya kami undang lagi. Nggak, kami nggak jemput paksa, nggak usah paksa-paksaan. Kalau nggak bersedia, kami yang ke sana (Kantor Bupati). Barang kali mereka kesulitan," ujarnya. (Mal/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya